Templates by BIGtheme NET

14 Alasan Ustad Jalaluddin Rakhmat Harus Jadi Anggota DPR RI

(Misykat.net)

Ustad Jalaluddin Rakhmat atau dikenal juga dengan sebutan Kang Jalal maju sebagai calon anggota legislatif Dari PDI-P dengan nomor urut 1 di dapil Jabar II yang meliputi Kabupaten Bandung dan Bandung Barat.

Alasan Ustad Jalal terjun ke politik -sebagaimana dilansir Republika, karena menyaksikan nasib kelompok minoritas kian mengenaskan, serta di saat yang sama hukum impoten karena selalu ada kepentingan-kepentingan politik di baliknya. 

PDI-P pun menjadi perlabuhan aspirasi politiknya. Ustad Jalal memilih PDI Perjuangan, karena isu utama PDI Perjuangan dengan dirinya hampir memiliki titik kesamaan. PDI Perjuangan, selalu identik dan memperjuangkan kepentingan wong cilik. Sementara perjuangannya selama ini juga adalah memberdayakan kelompok kecil juga, “Bila PDIP memperjuangkan wong cilik, saya memperjuangkan kaum mustadhafin, atau kelompok yang tertindas secara ekonomi dan politik. Itu sama, antara wong cilik danmustadhafin. Jadi kami memiliki kesamaaan dalam hal ini.” (Republika, Mei 2013)

Menuru Ustad Jalal, pencalegannya di PDI-P adalah permintaan dari tokoh-tokoh PDI-P. Hal itu diklarifikasi oleh Petinggi Partai itu. “Kang Jalal tokoh Pasundan, Jabar, mau bergabung di PDI Perjuangan sekalian PDI Perjuangan Jabar menawarkan jadi caleg dan Kang Jalal bersedia.” Kata Tjahyo Kumolo (Detik Mei 2013)

Saya  ikut mendukung langkah Ustad Jalaluddin Rakhmat dalam memperjuangkan kaum minoritas dan kaum mustad’afin. Menurut saya -paling tidak- ada 14 alasan untuk ikut mendukung Ustad Jalaluddin Rakhmat untuk sampai ke kursi DPR-RI.

1. Santun
Sebelum menjadi sekolah seperti sekarang ini, kegiatan Muthahari diisi dengan berbagai macam training dan pesantren mahasiswa. Pernah satu saat (antara tahun 1991-1992), ketika beliau akan mengisi training tashawuf, banyak buku dibawanya sehingga terlihat kerepotan. Panitia saat itu mencoba membawa tas dan bukunya namun beliau menolaknya sambil mengatakan, “Shahibusysyai i ahaqqu bihamlihi” pemilik sesuatu lebih berhak membawanya. 

Ustad Jalal juga selalu menghormati orang, terutama orang yang lebih tua darinya. Ketika berkumpul dengan para ulama yang lebih sepuh dirinya, beliau selalu mendahulukan yang lebih tua di depannya. Jika kita bersalaman dengannya, beliau akan berusaha membungkuk lebih rendah dari kita. Jika kita mencoba mencium tangannya beliau akan berusaha menarik tangannya atau bahkan membalas mencium tangan kita.


Dengan ketokohannya, Ustad Jalal tetap menjadi manusia yang santun. Jika dalam diskusi banyak orang mencercanya, tak akan keluar satu kata cercaan pun. Beliau akan tetap menjawab dengan baik tanpa takut sambil tetap mengontrol kata-katanya.


2. Sederhana
Dalam artikel berjudul Mengenal Kesederhanaan dan Kiprah Kang Jalal, Kang Harja Saputra menceritakan kesederhanaan Ustad Jalal, “Kang Jalal adalah sosok intelektual dan tokoh nasional namun sangat bermasyarakat, sederhana, dan dermawan. Bagi orang yang sudah mengenalnya dalam waktu yang cukup lama akan mengerti betul karakter Kang Jalal tersebut. Ia tidak pernah tega ketika orang datang padanya meminta bantuan. Pasti dibantunya. Meskipun kadang, ia tahu sudah sangat sering membantu orang yang datang kepada tersebut, tapi tetap saja dikasih.”

Menurut kalkulasi saya, dengan buku yang hampir semuanya best seller atau panggilan ceramah di dalam dan luar negeri yang cukup padat, Ustad Jalal bisa hidup lebih dari yang sekarang. Rumahnya di jalan Kampus bukanlah rumah mewah. Tak ada halaman yang luas yang memisahkan rumahnya dengan jalan di depan rumahnya. Sebuah Mobil kelas 1500 cc yang setahu saya sudah relatif lama nangkring di garasi rumahnya.

Ketika menengok peserta khitanan massal
(Kompasiana/harjasaputra)

3. Pembela kaum mustad’afin
Dalam tulisan dan ceramahnya kita akan dengan sangat mudah menemukan pembelaan-pembelaan terhadap kaum mustad’afin. Kaum mustad’afin adalah kaum yang dilemahkan secara ekonomi dan politik. Menurut Ustad Jalal, pembelaan dan berkhidmat kepada kaum dhu’ada adalah seni ilahiah. Perkhidmatan kepada kaum dhuafa itulah yang -masih menurut Ustad Jalal- adalah jalan yang paling cepat menuju Allah swt. 

Tidak hanya dalam tulisan dan ceramah, kiprahnya dalam membela kaum dhuafa dituangkan juga dalam gerakan yang diberi nama Lisana Sidqin sebuah gerakan sosial untuk menyantuni kaum dhu’afa. Ada juga yang disebut imdad mustadafin yang khusus mendidik dan menyantuni anak-anak tak mampu. Selain mendirikan Sekolah model SMA Muthahari, Ustad Jalal juga mendirikan 18 sekolah gratis (dua di antaranya tidak betul-betul gratis). 


4. Intelektual Muslim Terkemuka
Ustad Jalal menyelesaikan sarjana di Universitas Padjajaran. Sesudah tamat, beliau  menjadi dosen di situ. Kemudian beliau mendapat beasiswa belajar di Iowa State University di Amerika Serikat. Di sana beliau mengambil komunikasi dan psikologi dan lulus dengan predikan magna cum laude. Lantaran memperoleh 4.0 grade point average, ia terpilih menjadi anggota Phi Kappa Phi dan Sigma Delta Chi.

Kecintaan pada Islam, mendorongnya meninggalkan dunia kampus dan  mengembara jauh ke ke kota Qom di Iran. Belajar filsafat agama Islam dari para Mullah tradisional di sana. Dari Iran dia terbang jauh ke Australia menekuni studi tentang perubahan politik dan hubungan internasional di ANU Canberra. Di sanalah dia  meraih gelar doktor.


Kecerdasan memahami ilmu modern, penguasaan dan ketaatan pada agama, menjadikannya sebagi sosok yang dihormati. Ustad Jalal kerap diminta pemikirannya soal perkembangan agama di Indonesia, toleransi, dan bagaimana sebaiknya menata hubungan negara dan agama.


Buku-buku yang ditulis oleh Ustad Jalal sering menjadi rujukan penting dalam kancah pemikiran Islam di Indonesia. Selain buku-buku dan kuliah-kuliahnya yang tersebar di mana-mana, ternyata Ustad Jalal juga fasih berbicara 8 bahasa asing. Bahasa asing yang dikuasainya dengan baik adalah Prancis, Jerman, Belanda, Inggris, Arab, Persia dan Italia. (disarikan dari Vivanews)

5. Nasionalis
Ketika segelintir pihak mencoba mendongkel Pancasila, Ustad Jalal justru menegaskan pentingnya Pancasila bagi bangsa Indonesia. Ketika ditanya tentang relevansi Pancasila sebagai dasar negara, Ustad Jalal menjawab, “Pancasila sangat relevan. Karena Pancasila itu disepakati oleh seluruh agama. Sama kelompok ekstrim sekalipun, karena saya dulu juga pernah jadi anggota kelompok ekstrim. Apa dari Pancasila itu yang melanggar atau bertentangan dengan Islam? Tidak ada. Periksa satu persatu, tidak ada yang bertentangan dengan ajaran Kristiani, Budha, semua agama sepakat. Seorang teolog dari Jerman menyebutnya  teologi pembebasan. Itu disebut global etik” katanya. Lalu beliau melanjutkan, “Jadi, kita harus berterima kasih kepada Soekarno. Dulu, saya termasuk salah satu orang yang menentang Soekarno dan ikut menjatuhkannya. Maka saya ingin menebus dosa saya. Warisan yang paling berharga dari Soekarno adalah Pancasila.” (Vivanews, Februari 2014). Saat ini bentuk kekaguman Ustad Jalal kepada pemikiran Bung Karno dipublish dalam serial tulisan di situs Misykat. Tulisan yang sudah terbit berjudul Bung Karno Pelanjut Pesan Para Nabi

Dalam ceramah milad IJABI ke-3 Ustad Jalal mengatakan bahwa jamaah ahlul bait harus tetap menjaga pilar bangsa, yaitu Bhineka Tunggal Ika dan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan tetap berpegang pada asas Pancasila dalam menjalankan organisasi dan kehidupan beragama.


Terkait dengan nasionalisme di Indonesia, Ustad Jalal menyebutkan bahwa Indonesia sering dikatakan bukan sebagai suatu bangsa, tapi sebagai kumpulan bangsa-bangsa. Baik itu Jawa, Sunda dan lain-lain. Mereka berbeda-beda.  Tapi karena disatukan oleh kitab, lalu mereka membangun bangsa Indonesia. Jadi kontribusi pertama Islam adalah membangun kebangsaan. Orang Indonesia yang beragama Islam, yang terdapat di berbagai daerah bersama-sama membangun suatu bangsa. Islam lah yang mempersatukan mereka.

Dan kontribusi kedua adalah bahwa Islam membantu kita membentuk nasionalisme kebangsaan. Tentu saja karena Islam itu mayoritas, maka dia memegang peranan yang sangat penting dalam pembentukan NKRI. Sampai Bung Karno pendiri bangsa ini berkata, “Kalau kau gali hatiku ini lebih dalam, maka kau temukan di dalamnya itu Islam”. Para pejuang kemerdekaan juga mayoritas orang Islam. (Vivanews)


6. Penulis produktif
Ustad Jalal dikenal sebagai penulis yang produktif dan enak dibaca. Tulisannya pun mempunyai rentang yang luas. Mulai dari ilmu-ilmu sosial, psikologi dan dirasah Islamiyyah hingga pembahasan filsafat dan tashawuf yang bertakik-takik. Lewat tulisan dan ceramahnya, materi-materi yang rumit bisa diurai dengan sangat ringan dan menarik.

Jika tak salah dengar Ustad Jalal pernah mengatakan ada dua kelahiran yang akan beliau tandai dengan istimewa. Pertama adalah hari kelahiran Rasulullah dan kedua adalah hari kelahiran beliau sendiri. Keistimewaan yang dimaksud adalah pada dua hari kelahiran itu beliau akan mencoba untuk menerbitkan buku baru. Oleh karenanya, setiap tahun, paling tidak ada dua buku baru dari ustad Jalal. Kang Ahsa Sahidin dalam artikel Jalaluddin Rakhmat, Buku, dan PDIP menyebutkan bahwa buku-buku Ustad Jalal yang sudah terbit itu berjumlah 41 buku. Sebuah jumlah yang banyak. 

7. Muballigh yang komunikatif
Siapapun yang mendengar ceramah-ceramah dan kuliah-kuliahnya akan sepakat bahwa beliau memiliki kemampuan dalam mengemas materi. Ceramah-ceramahnya adalah ceramah yang bisa membuka sebuah pemahaman baru yang sedikit banyak bisa menghilangkan dahaga para pencari ilmu. Kemampuan mendeskripsikan sebuah fragmen membuat jamaah seperti melihat sebuah tayangan film. Kemampuan komunikasi dan keluasan pandangan Ustad Jalal itulah yang menjadi ciri khasnya.


(goodreads.com)

8. Tokoh dan pelaku Pendidikan
Ide dan pemikiran-pemikiran Ustad Jalal dalam pendidikan telah memberikan sumbangsih khususnya dalam pemikiran pendidikan Islam. Pemikiran-pemikirannya tentang permasalahan pendidikan dapat dibaca dalam bukunya berjudul  Catatan Kang Jalal. Visi Media, Politik dan Pendidikan. 

Ide-ide tentang pendidikan seperti yang tercatat dalam bukunya itu dituangkan dalam sekolah sekolah yang didirikannya. SMA Plus Muthahari misalnya, yang didirikan atas dasar plurarisme dan kemudian dipilih oleh World Bank, DIKNAS dan DEPAG sebagai sebuah sekolah model penerapan Akhlak di Indonesia. Selain Muthahari Ustad Jalal mendirikan 18 sekolah gratis lainnya. 


9. Pengusung Persatuan 
Isu persatuan juga merupakan isyu utama dalam pemikiran dan gerakan ustad Jalal. Bukan hanya persatuan di kalangan kaum muslimin namun juga persatuan bangsa. Ustad Jalal melihat bahwa toleransi umat beragama dari hari ke hari semakin buruk. Bangsa yang dulu dikenal sangat ramah, sekarang menjadi pemarah. Oleh karena itu ustad Jalal selalu berusaha untuk menumbuhkan kembali jati diri bangsa yang ramah dan merekatkan kembali persatuan yang terkoyak.

Salah satu upaya Ustad Jalal untuk menjembatani Sunni dan Syi’ah dari kesalahpahaman berumur ratusan tahun adalah dengan mendirikan MUHSIN pada Mei 2011. Deklarasi MUHSIN (Majelis Ukhuwah Sunni Syiah Indonesia) dapat dibaca di situs Misykat. Ustad Jalal juga menggagas dan mendirikan sebuah organisasi bernama Badan Koordinasi Perjuangan Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (BPKBB) yang terdiri dari Protestan, Katolik, Hindu, Budha dan sebagainya. 

10. Sufi Metropolis
Ustad Jalal memandang bahwa agama Islam sekarang ini terlalu berorientasi kepada fiqih. Fiqih yang formal dan kemudian mengotak-kotakan islam pada sekat-sekat kecil dan tercerabut dari inti islam itu sendiri sebagai agama cinta kasih. Oleh karena itulah sekarang Ustad Jalal menjadikan tasawuf sebagai frame dalam beragama, menurut Ustad Jalal, tasawuf adalah berislam yang dasarnya cinta. Dengan cinta, setiap agama bisa bertemu dan berbicara pada bahasa yang sama, memasuki kebun yang sama, baik itu Islam, Buddha, Kristen, Katolik, maupun Hindu. (http://ressay.wordpress.com)

Ustad Jalal melihat masyarakat sekarang -khususnya lapisan atas- mengalami kekeringan dalam beragamanya. Ketika mendirikan kajian tasawuf Tazkiah Sejati, respon dari masyarakat kelas atas itu justru sangat banyak. Kajian-kajian tasawuf di kalangan menengah ke atas itulah kemudian yang melahirkan istilah semacam sufi metropolis, sufi ngota 

Menjadi sufi tidak serta merta harus meninggalkan segala kegiatan harian dan menyembunyikan diri di sudut masjid atau di hutan belantara. seorang sufi metropolis bisa saja seorang pengusaha multinasional namun kekayaannya tidak memenjarakannya pada dunia. Mungkin saja dia adalah (Calon) anggota DPR RI seperti Ustad Jalal.

11. Mempunyai hubungan yang luas
Ustad Jalal dikenal sebagai intelektual yang mempunyai hubungan yang sangat luas. Sebagai muballigh beliau kenal dan bersentuhan langsung dengan permasalahan masyarakat kecil. Lahir dari keluarga NU, berkenalan dan aktif di PERSIS dan Muhammadiyah, menjadikannya dikenal secara luar di tiga organisasi besar itu.

Sebagai pembicara kelas internasional beliau dikenal sebagai pembicara dan orator ulung. Tokoh-tokoh partai mengenalnya sebagai tokoh cendekiawan muslim yang berkarakter kuat. Pergerakannya dalam mewujudkan persatuan dan kebinekaan mengenalkannya pada tokoh-tokoh lintas agama. 

12. Berjiwa seni
Keunggulannya dalam mengolah kata di podium dan tulisan dilengkapi dengan jiwa seninya. Saya pernah mendengar beberapa senandung karya beliau dalam bahasa Sunda. Karyanya dalam bahasa sunda itu sangat mendayu dayu dan kesemua karyanya itu sebagai wujud sebagai kecintaannya kepada Ahlul Bait Nabi saw.

13. PDIP Faktor
PDIP adalah partai yang besar dan mapan. Ustad Jalal menyebutkan “Saya yakin, PDIP yang paling besar kemungkinan memenangkan Pemilu 2014, sehingga saya pun bisa berjuang di PDIP. Jelek-jelek begini, saya juga dosen komunikasi politik dan statistik. Saya lihat PDIP yang akan memang pemilu.”. Selain itu, masih menurut Ustad Jalal PDI-P konsisten membela wong cilik.

14. Aksi Nyata
Hampir semua ide diwujdukan dalam bentuk nyata. Tentang ukhuwah islamiyah dan persatuan kaum muslimin, khususnya sunni dan syiah, Ustad Jalal membentuk Majlis Ukhurwah Sunni dan Syiah (Muhsin). Untuk masalah yang bersifat kebangsaan Ustad Jalal mendirikan Badan Koordinasi Perjuangan Kebebasan Beragama dan Berkepercayaan (BPKBB). Pemikiran dalam pendidikan diwujudkan dengan mendirikan sekolah. Kiprahya dalam tasawuf diwujudkan dalam kajian-kajian sufistik dan pengamalan sehari-hari. Untuk pembelaannya terhadap kaum mustad’afin Ustad Jalal membuat Imdad Mustad’afin dan Lisana Sidqin serta sekolah sekolah gratis. 

Itulah 14 alasan layaknya Ustad Jalal Duduk sebagai anggota DPR RI. Memperjuangkan aspirasi rakyat, memikirkan dan membuat undang-undang yang memihak kepada rakyat kecil. Semoga.

Allahumma Shalli ala muhammad wa ali muhammad.





(Visited 62 times, 1 visits today)

Comments

comments

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful