• traveling

    14 Alasan Ustad Jalaluddin Rakhmat Harus Jadi Anggota DPR RI

    (Misykat.net) Ustad Jalaluddin Rakhmat atau dikenal juga dengan sebutan Kang Jalal maju sebagai calon anggota legislatif Dari PDI-P dengan nomor urut 1 di dapil Jabar II yang meliputi Kabupaten Bandung dan Bandung Barat. Alasan Ustad Jalal terjun ke politik -sebagaimana dilansir Republika, karena menyaksikan nasib kelompok minoritas kian mengenaskan, serta di saat yang sama hukum impoten karena selalu ada kepentingan-kepentingan politik di baliknya.  PDI-P pun menjadi perlabuhan aspirasi politiknya. Ustad Jalal memilih PDI Perjuangan, karena isu utama PDI Perjuangan dengan dirinya hampir memiliki titik kesamaan. PDI Perjuangan, selalu identik dan memperjuangkan kepentingan wong cilik. Sementara perjuangannya selama ini juga adalah memberdayakan kelompok kecil juga, “Bila PDIP memperjuangkan wong cilik, saya memperjuangkan kaum mustadhafin, atau kelompok yang…

  • traveling

    Tolong usir lalat-lalat ini

    Suatu hari seorang raja melintas padang pasir. di tengah padang pasir, dan panas yang menyengat raja melihat seseorang sedang berteduh di bawah rerimbunan pohon. Raja melihat bahwa orang yang berteduh itu membutuhkan pertolongan maka dia mendekat ke tempat berteduh. Setelah tiba di dekatnya raja berkata dengan sedikit angkuh, “Aku adalah pemilik tahta kerajaan dan penguasa daerah ini. Jika punya kebutuhan, minta saja padaku dan aku akan membawanya untukmu” sambil tak mengubah duduknya orang tersebut berkata, “Wahai tuan raja yang hidup dalam gelimang harta dan kenikmatan, dengan kekuasaan yang engkau miliki tolong usir lalat-lalat yang sangat menggangguku ini!” Raja terkesiap mendengar permintaan orang itu. Dilihatnya memang banyak lalat mengerubunginya. Tapi raja…

  • traveling

    Halalkah Gaji Saya?

    “Saya tidak mau berangkat ibadah ke tanah suci dari uang orang itu. Banyak orang menceritakan kepada saya. Kalau 1 orang, mungkin saya masih kurang percaya. Ini ada 5 orang , ceritanya sama semua. Orang yang mau memberangkatkan saya ternyata seorang rentenir , Mas. Dia kerja sama orang kaya yang senang memeras orang dengan meminjamkan uang. Bunganya besar. Nanti kalau yang meminjam tidak bisa bayar, setiap hari bunga makin bertambah. Bunga berbunga. Saya tidak mau celaka di tanah suci, Mas” Potongan dialog dalam  artikel berjudul Pak Didik, Penjual Empal Gentong Menolak Umroh Gratis, serta merta menyeret ingatan saya padapemuda Cecep yang pernah saya ceritakan di K dan juga blog saya. Cecep bekerja di sebuah cafe…

  • traveling

    Sang Guru yang Tak Tuli

    Seorang wanita mendatangi Abu Abdillah Hatim seorang penghulu kaum urafa abad ke-3. Saat berbincang-bincang wanita itu kentut dan mengeluarkan suara agak keras. Wanita ini merasa malu karena telah melakukan kekurang ajaran di hadapan seorang guru sufi ternama. Hatim tahu hal itu. Untuk menjaga kehormatan wanita itu, Hatim berkata, “Hai. Keraskan lagi suaramu. Aku tak mendengarnya”. Wanita itu merasa tenang kentutnya tak didengar Sang Guru. Padahal Hatim berpura-pura tuli agar wanita itu tak merasa malu di hadapannya.  Setelah itu, Hatim selalu berkata kepada orang yang berbicara kepadanya, “Keraskan lagi suaramu. Aku tak mendengarnya”. Orang kemudian mengira bahwa Hatim memang betul-betul tuli. Maka dari itu penduduk kota menggelarinya dengan nama Al Asham…

  • traveling

    Pintu Jibril di Mesjid Nabawi

    Bab Jibril dari arah dalam Di Madinah, selain Babussalam, tempat masuk yang paling saya sukai adalah Bab (Pintu) Jibril. Boleh jadi Bab Jibril ini (juga Bab Nisa) merupakan pintu pavorit.Kalau dari Babussalam, untuk bisa ke raudhah harus kembali keluar dan memutar lagi masuk ke bab Jibril dan bab Nisa. ruginya adalah kalau dua pintu itu juga pas kebagian ditutup maka harus memutar lagi ke bab Rahmat atau bab Umar bin Khattab. Pintu ini berjajar bersebelahan dengan bab Nisa dan bab Baqi. Menghadap langsung ke pemakaman Baqi Al Gharqad. Posisinya itu pula yang membuat saya mudah kalau mau langsung berziarah ke Baqi. Menurut beberapa keterangan yang pernah saya baca duluuu sekali,…

  • traveling

    Mereka yang diundang Tuhan (2) Kisah Adrian

    Pemuda kedua yang ingin saya ceritakan bernama Adrian. sebagaimana telah saya tulis dalam bagian pertama seri mereka yang diundang tuhan ini, bahwa Adrian dengan Cecep bekerja di karaoke yang sama. Hidupnya pun tak begitu jauh beda. Sebelas dua belas lah.Yang membuat sama dan menarik adalah ketika niat mereka mendapat hadiah langsung dari Allah. Ketika umroh dia adalah seorang muallaf, baru masuk islam (Secara pribadi saya memperkirakan bahwa dia sudah lama mengaku muslim tapi masih muslim label saja. Mungkin saja -ini asumsi saya saja- dia sudah muslim tapi tak mengerjakan kewajiban-kewajiban muslimnya dan malahan suka mabuk. Sebab jika bukan muslim maka dia tak akan masuk dalam undian umroh). Pokonya begitulah ceritanya.…

  • traveling

    Mereka yang diundang Tuhan (1) Kisah Cecep

    Dalam umroh kemarin (04-14 Februari 2014) saya dipertemukan dengan dua pemuda dengan pengalaman spiritual menarik. Dua pemuda ini memang menarik. umurnya sekitar 20-23 tahunan. Bekerja di tempat karaoke yang sama. Dua duanya punya pengalaman menarik mengapa mereka bisa umroh. Pemuda pertama bernama Cecep, hidup dalam keluarga yang tak harmonis. Dia sendiri menyebut kehidupan keluarga ibu dan bapaknya adala sebuah tragedi. Bapaknya menduakan ibunya dan lebih memilih seorang wanita non muslim. Ibunya tak menerima dan meminta cerai. Dari pernikahan bapaknya Cecep punya dua orang adik. Sayang hubungan Cecep dengan keluarga baru bapaknya tak begitu baik ketika ibu bapaknya memutuskan bercerai. Ibunya memutuskan untuk pindah ke Banjaran. Di sana ibunya memulai hidup…