Templates by BIGtheme NET

Ada Kisah di Balik Selfie

Selfie bersama hiu-hiu kecil nan lucu di Tinabo #selfiestory

Nah ini foto selfie saya bersama hiu-hiu kecil di Tinabo, salah satu pulau cantik di gugusan karang atol terbesar di dunia. Mencari momen seperti ini itu tak gampang loh. sebab saya harus berdiri mematung di pinggir pantai selama bermenit-menit agar si hiu kecil itu datang mendekat. Setelah mendekatpun mereka bergerak sangat lincah dan susah menangkapnya dengan sebatang tongkat selfie. Alhasil beginilah jadinya. Kalau pakai wide angle front cameranya Smartfen akan lebih banyak area tercapture.

Bagaimana saya bisa ke sana, ikuti ceritanya saja ya tapi jangan bosan kalau saya cerita tentang Takabonerate lagi. sebabnya gini nih, menuju Takabonerate adalah salah satu momen yang paling berkesan buat saya. Perjalanan cukup panjang saya tempuh untuk bisa sampai ke Takabonerate. Kalimat sebelumnya itu bisa dipahami dalam beberapa makna.

Pertama, keinginan saya ke Takabonerate sudah terpupuk sejak saya lulus ujian menyelam di Pulau Pramuka tahun 2011.  Karena bapak saya orang Selayar, maka boleh dikata saya berkali-kali bisa menginjakan kaki di pulau kelautan ini. Dan setiap kali mengunjungi Selayar tak pernah pupus keiningan saya mengunjungi Takabonerate yang merupakan salah satu dari 3 karang atol terbesar dunia.

Hampir tiga kali saya mengunjungi Selayar dan belum pernah kesampaian ke Takabonerate. Saya selalu bertanya ke operator diving di Selayar kalau-kalau ada rombongan yang akan ke Takabonerate. Maklum lah untuk sampai ke Takabonerate perlu biaya yang cukup besar. Kalau mesti ditanggung sendiri sih mana tahan. Lha wong sewa kapalnya saja 4 jeti. belum ini dan itunya.  Hitung-hitung kalau sendirian perlu dana 10jutaan meeen. waaah berat pisan atuh kitu mah.  Karena mahalnya itu saya masih mikir-mikir untuk pergi ke sana.

20141128_095738Untuk mewujudkan niat itu, bahkan saya ikut beberapa lomba yang hadiahnya adalah diberangkatkan ke destinasi wisata yang kita tulis. seperti tulsan saya di sini dan di sini. Saya tak menang dalam kompetisi itu. ihiks… Namun Allah memberi jalan lain untuk mewujudkan impian itu dengan cara yang tak disangka-sangka.

22 November, saat saya ikut bapak mengisi pengajian di Balai Taman Nasional Takabonerate, Pak Ir. Jusman selaku ketua TN Takabonerate menawarkan perjalanan ke Takabonerate. Hanya untuk satu orang saja. Akhirnya setelah berembuk dengan keluarga yang saat itu juga ikut ke Selayar, saya diijinkan ke Takabonerate… Cihuiiiiii. kesampaian juga ke Takabonerate.

Akhirnya tanggal 24 November 2014 saya berangkat ke Takabonerate. Tadaaa. Perjuangan selesai? ternyata tidak.

Alasan ini adalah jawaban atas panjang yang selanjutnya. Tahu ndak sih… perjalanan ke Takabonerate tuh ndak segampang yang ada dalam pikiran saya. Jika perjalanan dimulai dari Pelabuhan Patumbukan maka perlu waktu 7 jam untuk sampai ke Tinabo, tempat yang ada penginapannya.  Lamanya perjalan masih ditambah dengan perjalanan dari Benteng ke Patumbukan kurleb 1 jam. Total jendral 8 jam. kalau nggak pakai nunggu.

Bayangkan deh, saya berangkat dari Benteng jam 12 siang, persis setelah shalat dhuhur dan sampai ke Tinabo jam 10 malam. Ya hampir 10 jam lah perjalanannya. Kami memang harus menunggu team lainnya yang akan melakukan survey di Tinabo. Rencananya mereka akan membuat cottage di daerah TN Takabonerate.  Bersama mereka jumlah kami jadi 12 orang.

Itu permasalahan waktu tempuh. Nih info penting buat yang mau kesana. Bawalah air tawar dari Patumbukan. Sebab di sana air tawar sangatlah terbatas. Air tawar itu digunakan untuk masak dan minum saja. Untuk mandi dan keperluan pribadi mesti menggunakan air yang asinnya sama dengan air laut.  Jadi sebelum masuk kapal kayu yang mengantar kami ke Takabonerate, kami mengisi hampir 20 jerigen air dan mengangkatnya ke kapal.

20141128_095239Woila… dan terjadilah apa yang sudah saya mimpikan sejak lama. Alhamdulillah.

Malam itu saya tak bisa tidur.  Mata sulit terpejam membayangkan Tinabo. setelah semalam saya tak bisa tidur nyenyak karenan membayangkan keindahan Tinabo, maka pagi sekali saya segera bangun dan kelililng pulau Tinabo yang kecil. Cukup dikelilingi 30 menit.

Amazing… tak henti-henti batinku memuji keindahannya. Subhanallah. bagaimana sih rasanya kalau mimpi jadi kenyataan? Segala keletihan perjalanan sirna sudah. Mata terbelalak melihat keindahan Tinabo. Jepret sana, jepret sini. setiap sudut Tinabo sangat indah dan tak bisa dilewatkan. Hiu-hiu lucu dan juga kepiting laut tak terlewatkan diajak selfie.

Perjalanan ini juga mengingatkan saya pada puisi Maulana Rumi yang keren banget:

Ketika kamu ingin pergi ke suatu tempat, pertama kali hatimu yang akan pergi untuk menyaksikan dan meneliti keadaan di tempat itu, lalu ia akan kembali untuk mendorong tubuhmu.

Perjalanan ini juga memberi saya pengalaman yang sangat kaya dan ada banyak pelajaran dari perjalanan ke Tinabo yang saya petik. Yang paling menarik adalah jangan lelah untuk terus berharap dan berusaha menggapai yang diinginkan sebab Allah akan mewujudkannya dengan cara yang berbeda.

(tulisan ini disertakan dalam Blog Competition #selfiestory Emak Gaoel Bersama Smartfren)

#SelfieStory

 

 

(Visited 17 times, 1 visits today)

Comments

comments

6 comments

  1. keren parah bisa kena hiunya

  2. wow, jadi pengen kesana loh, Om *pinjem pintu doraemon* haha. terimaksih udah berbagi kisah yang inspiratif, Om :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful