• Berkebun

    Menanam Pohon pada 1/1/15

    Kegiatan apa sih yang enaknya dilakukan pada hari pertama tahun 2015? Kalau jalan-jalan ke Bandung kota, diperkirakan akan macet dan terbukti Bandung macet cukup parah. Lagian tidak begitu suka bejibun dalam kemacetan liburan. Tahu kan, Bandung kalau liburan seperti apa? Akhirnya diputuskan untuk menanam pohon saja di kebun. Kebetulan juga pagi-pagi Bapak telepon minta dibawakan parang yang ketinggalan. Rupanya bapak sudah ada di kebun. Akhirnya saya bersama anak-anak pergi ke kebun untuk menanam pohon. Pohon yang ditanam tidaklah terlalu banyak, namun jika setiap tahun dibiasakan menanam beberapa pohon di lahan kosong lahan lama-lama lahan akan penuh juga. Saya memang mencoba membiasakan menanam pohon di momen-momen penting. Saya ingat tanggal 1/1/11,…

  • Berkebun

    7 Alasan Menabung Pohon

    “Ketika pohon terakhir ditebang, Ketika sungai terakhir dikosongkan, Ketika ikan terakhir ditangkap, Barulah manusia akan menyadari bahwa dia tidak dapat memakan uang.” Kutipan itu langsung mengingatkan saya pada film animasi Hollywood, Wall E. Sebuah film fiksi fantasi tentang masa depan kehidupan manusia pada tahun 2110 yang didominasi oleh teknologi nan canggih, tapi tetap artificial. Ada kerinduan para penghuni pesawat angkasa itu pada kehidupan bumi yang asri. Oleh karena itu komandan pesawat AXIOM, membuat sebuah robot bernama Eve untuk mencari tanda-tanda kehidupan di bumi yang sudah sangat tercemar. Eve kemudian bertemu dengan Wall E, sebuah robot terdahulu yang bertugas membersihkan bumi. Wall E lah yang menemukan pohon terakhir dan merawatnya dalam…

  • Berkebun

    Menabung Pohon dan Anggrek

    anggrek di changi – dok fajr muchtar Betapa irinya saya ketika menjejakan kaki di Bandara Udara Changi. Rapi, indah, hijau dan cantik. Satu hal yang paling saya sukai adalah maskot yang mereka gunakan untuk mempercantik bandara itu adalah anggrek. Anggrek berbagai jenis mulai dari yang hibrid sampai yang spesies dipajang dengang sangat rapi. Tiap sudut dan tempat-tempat yang cukup luas dibuatkan taman anggrek yang elok. Betah dibuatnya. Hal yang berbeda ketika saya masuk ke Bandara Udara Soetta atau Bandara Husein Sastranegara. Tak akan  saya tulis secara detil karena semakin membuat kening ini  berkerut dan sakit hati . Ironis. Padahal Indonesia memiliki kekayaan anggrek yang sangat luar biasa. Terdapat 4000-5000 jenis…

  • Berkebun

    Wali Pohon dan Keberlangsungan Nabung Pohon

    wali pohon – dok pribadi “Tapi ternyata saat ini perlu juga gerakan selamatkan pohon. Minggu kemarin saja di komplek saya ada 5 pohon besar 10-15 tahun yg akan ditebang dg alasan untuk perluasan rumah, akarnya merusak jalan dll. Sedih rasanya sudah ditanam akhirnya harus ditebang. kawatir percepatan penebangan pohon lebih tinggi dan penambahan pohon” keluh seorang pegiat lingkungan menyikapi kondisi yang ada di sekitarnya. Seperti itulah adanya, memelihara pohon yang sudah ditanam lebih sulit daripada menanamnya. Saya sendiri mengalami hal seperti itu. dalam satu gerakan Eco Pesantren, saya dengan santri-santri Pesantren Babussalam menanam 3000 pohon di kecamatan Cimenyan. Sebulan setelah penanaman, diadakan pendataaan tanaman yang masih ada. Ternyata sebagian besar sudah hilang…

  • Berkebun

    Tanami lahan tidur dengan jengkol

    Negeri ini memang panggung sandiwara kehidupan yang riuh. Belumlah reda masalah Centuri, muncul dugaan korupsi Hambalang yang diduga melibatkan petinggi Partai Demokrat. Bola panas liar terus menggelinding menghantam PKS. Belum beres juga sudah muncul lagi pemboman di Poso. itu baru sebagian isu panas yang saya ingat. Di panggung ini, tiba-tiba saja ada berita harga jengkol (Archidendron pauciflorum) melambung tinggi, melampaui harga daging (Kompas 04/06/2013). Kalau dulu harga jengkol melambung tinggi mungkin Bang Iwan Fals akan mengganti syair lagunya menjadi Tangisan pertamamu ditandai bbm membumbung tinggi (melambung) Maafkan kedua orangtuamu kalau tak mampu beli JENGKOL… aih ironis banget. memangnya anak akan diberi jengkol? Menurut Wamen Bayu Krisnamurthi sebagaimana dikutip dari TEMPO, lonjakan harga…

  • Berkebun

    Menanam Jombang

    (http://khasiat-obatherbal.blogspot.com) Ketika saya membaca bahwa jombang (Taraxacum officinale), sama dengan tempuyung (Sonchus arvensi), niat saya menanamnya hilang sama sekali. Pasalnya tempuyung kan banyak didapat di depan rumah saya. Jadi tak perlu menanamnya. Namun, setelah mendapat koreksi dari grup herba, niat saya menanam jombang langsung dieksekusi. Saya mendapat biji jombang, saat mengikuti pelatihan dasar hidroponik. Saat melihat ada tumbuhan dengan nama jombang, langsung tertarik dan ingin menanamnya. kebetulan saat itu sedang berbunga dan sepertinya bunganya sudah siap untuk beterbangan.   Setelah mekar dengan warna kuning, bunga jombang akan mengeluarkan bijinya yang memiliki parasut. dengan parasutnya itu lah jombang berkembang biak dengan mudah. Nama asingnya mungkin lebih enak didengar. Tumbuhan asli eropa ini…

  • Berkebun

    Jombang dan Tempuyung, (hampir) Serupa tapi Tak Sama

    Tulisan saya berjudul Jombang Ternyata bisa dimakan, yang dishare di Grup herba facebook mendapat tanggapan berharga. Dari tanggapan seorang facebooker -dengan nama yang unik, Senopati Visionaris Revolusi Energi  saya mengetahui bahwa jombang dan tempuyung adalah tumbuhan yang berbeda namun mirip.   Dari sisi nama jombang memiliki nama latin Taraxacum officinale, sedang tempuyung punya nama latin Sonchus arvensi. Saya juga sempat dibuat bingung oleh penyebutan dua nama berbeda itu untuk satu tumbuhan. Dan…. setelah dijelaskan mas Seno saya mengerti bahwa jombang dan tempuyung itu (hampir) serupa tapi tak sama. Menurut apa yang bisa saya tangkap dari masukan di grup, perbedaan mencolok jombang dan tempuyung (selain namanya beda) adalah dari bentuk fisik.…