Templates by BIGtheme NET

Ini Dia Museum Kayu Sampit

Sampit, kota kecil persinggahan yang menarik. Tentu saja beberapa waktu lalu, sampit dikenal dengan kerusuhan etnis Dayak dan Madura. Namun sebetulnya, sebagai kota tua, Sampit, sudah dikenal sejak lama. Nama kota ini sudah ada disebut di dalam Kakawin Nagarakretagama yang ditulis tahun 1365 maupun di dalam Hikayat Banjar yang bagian terakhirnya ditulis pada tahun 1663.

Kota ini saya singgahi sepulang dari Tanjung Puting. Kebetulan di kota ini cukup banyak teman-teman alumni dari Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah. Jadi sekalian singgah dan menjalin silaturahim. Bahkan secara kebetulan hotel tempat menginap merupakan milik alumni Madrasah Mu’allimat.

Palangkaraya, Sampit, Pangkalan Bun 308Sambil menunggu waktu, saya dan Rizka, jalan-jalan di kota ini. Sehari sebelumnya kami habiskan waktu di Samuda. Jalan menuju Samuda yang cocok buat menguji mobil tangguh Daihatsu Terios ternyata juga menguji ketahanan kami. Alhamdulillah, kami sehat walafiat setelah menaklukan medan berat Samuda.

Hari ini kami ingin ekplorasi kota Sampit ini. Kebetulan ada sebuah museum yang sepertinya tak begitu banyak dikunjungi. Museum Kayu Sampit. Entah mengapa suasana museum begitu sepi. Bahkan beberapa saat saya harus merasa cukup mengambil gambar dari luar sampai ada orang yang membuka pintunya.

Menurut selebaran , Museum Kayu Sampit ini dibangun pada tahun 2003 dan diresmikan tanggal 6 Oktober 2004. Pendirian museum ini terkait dengan kondisi Sampit yang sempat menjadi pusat perkayuan di Kalimantan.  Maka dari itu, semua hal yang berkaitan dengan perkayuan ditampilkan di sini.

Berbagai berjenis-jenis kayu, alat pengolahan kayu, alat komunikasi, alat dapur, alat penangkap ikan, dan alat transportasi. Koleksi kayu yang ada di museum antara lain ramin, dowel, meranti kuning, alau, kemfa, ulin, benuas, samping, lanan, bangas, sungkui, pantung dan pilam. Sebagian sudah dibut furnitur dan sebagiannya lagi dibuat sampel atau berupa potongan. Untuk kayu gelondongan yang besar-besar ditempatkan di  bagian halaman. Gelondongan kayu yang besar itu membuat saya terpana dan termangu. Kira-kira berapa tahun umur pohon itu. Disebutkan juga ada kerangka ikan paus tapi saya kok tak melihatnya ya…?

Museum ini memang tak begitu luas, cukup dikelilingi sebentar saja. Namun waktu sebentar itu memberikan kesan mendalam kepada saya. Kalau kata syair lagu, cukup satu jam untuk membuat jatuh cinta, namun perlu waktu lama untuk menghapusnya. Seperti itulah, dan saya tak ingin melupakan pengalaman masuk ke museum itu.

suasana di dalam museum kayu

Kapal pengangkut kayu

like daihatsusampit

(Visited 92 times, 1 visits today)

Comments

comments

7 comments

  1. Baru tahu ada museum kayu. Kalo ke Sampit, harus ke sana deh…

  2. wah mantab banget mas pengalamannya..
    alhamdulilah saya belum pernah , cman baru ke inginan …
    semoga bisa menang mas, amin…!

  3. Itulh museum yg ada dikota kami…

  4. Selalu ada saja kisah yang bisa diceritakan, salam sukses :D

  5. harus bayar tiket masuk kaga mas kalo mau masuk ke sana ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful