Templates by BIGtheme NET

Ini dia PLTA Pertama di Bandung

PLTA Bengkok zaman dulu

Saya sih tidak bisa membayangkan Bandung tanpa listrik. Iya kan. Masa ibu kota propinsi tidak ada listriknya. Iya sih, kita kan membayangkannya sekarang-sekarang ini. Tentu saja zaman dulu beda. Eh, tahu tidak, kapan listrik masuk kota Bandung?

Mari kita kembali pada tahun 1920-an. Saat itu, sebagian besar Bandung masih berupa hamparan hijau hutan-hutan, sawah dan kebun. Kegiatan terbesar masyarakat dihabiskan pada siang hari. Waktu malam tentu saja dipakai istirahat. Lha, di Talegong saja yang sudah pakai listrik masyarakatnya menghabiskan malam untuk istirahat. Praktis waktu magrib adalah waktu semua keluarga kumpul di rumah.

Saat sebagian masyarakat pribumi menghabiskan malam dalam temaran lampu minyak, sebagian kecil wilayah Bandung bergelimang cahaya listrik. Tentu saja tempat-tempat yang dialiri listrik adalah tempat-tempat pusat berkumpulnya para juragan besar penjajah.

Tempat-tempat yang menjadi kepentingan Belanda memang diistimewakan dengan berbagai macam aturan dan fasilitas, diantaranya listrik. Braga yang saat itu merupakan kawasan elit eropa merupakan salah satu tempat yang menikmati listrik. Selain itu, kawasan ITB, Dago, Jalan Asia Afrika, Merdeka, Ledeng, Setiabudhi, Lembang serta beberapa kawasan lainnya di Kota Bandung juga menikmati aliran listrik.

Dari mana listrik itu berasal? Tak jauh dari pusat kota, di sebelah utara kota Bandung, terdapat sebuah pembangkit listrik yang menjadi sumber listrik satu-satunya pada saat itu dan masih berfungsi hingga sekarang. Tempat ini, ikut mengharumkam nama Bandung sebagai Parisj Van Java.

Bangunan inti dari PLTA Bengkok, masih seperti ketika pertama kali dibangun. Bangunan khas yang tampak kuno namun kokoh ini masih berdiri kokoh di lahan seluas 5 ha ini. Pernah ada perbaikan kecil, namun tak mengubah bentuk bangunan ini.

Ada dua bangunan inti yang saat ini masih dipertahankan. Gedung pertama, merupakan penyimpanan turbin dan generator penghasil listrik. Seluruh mesin pembangkit listrik berupa turbin dan generator pun masih terjaga keasliannya. Saking aslinya, turbin dan genetor pun masih bertuliskan tulisan Belanda. Sementara gedung kedua, Selain jadi room control, sekarang ini lebih difungsikan sebagai kantor Indonesia Power.

Sejak tanggal 27 Oktober 1945 diambil alih oleh Bangsa Indonesia. Saat ini PLTA Bengkok Dago merupakan salah satu Unit pada Unit Bisnis Pembangkitan (UBP) Saguling, PT Indonesia Power.

Sebetulnya, saya cukup sering wara-wiri ke komplek PLTA ini, entah untuk bertemu dengan jemaah yang kebetulan rumahnya di dalam komplek PLTA ini atau untuk bertemu dengan beberapa orang dari Indonesia Power. Baru sekarang kesempatan menuliskannya tersedia.

Setiap mengunjungi PLTA Bengkok Dago, selalu membuat saya kagum dengan keseriusan dan kematangan orang Belanda itu mengatur kota. Bayangkan saja, tahun 1923 itu bagaimana mereka bisa menghitung dan membuat PLTA ini yang sampai sekarang masih berfungsi dengan baik.

Ditambah lagi, setiap masuk ke wilayah ini seakan masuk era zaman dulu. Selain bangunan inti masih dipertahankan, bangunan sipil lainnya masih dipertahankan. Tentu saja ini bisa jadi tempat kunjungan wisata yang menarik.

Selain itu, lingkungan PLTA ini juga sangat indah dan sejuk. Keberadaannya di wilayah TAHURA Ir. H. Djuanda didaerah aliran sungai Cikapundung akan mampu melepaskan pengunjung dari hiruk pikuk kota Bandung yang kian padat.

Sering juga hewan-hewan kecil seperti monyet, tupai dan burung-burung mampir ke wisma, tentu bukan mau beristirahat di wisma. Mungkin mau mencari makanan yang juga biasanya sering diberikan oleh pengunjung.

Bagi yang ingin beristirahat, di PLTA ini juga ada wisma yang bersih dan nyaman. Wisma ini disewakan buat para pelancong dengan harga yang murah. Kisaran 150 ribu hingga 250 ribu /kamar. Selain kamar-kamar ada juga ruang meeting yang dapat dipergunakan untuk pertemuan-pertemuan atau rapat-rapat kantor.

Pipa pesat yang mengalirkan air dari penampungan menuju turbin

Suasana asri Wisma PLTA Bengkok

[easy-image-collage id=1272]
(Visited 7 times, 1 visits today)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful