Templates by BIGtheme NET

Menaklukan Borneo, Dari Kasongan hingga Ngojek Ke Tanjung Kumai

Seperti sudah saya katakan, jalan dari Palangka ke Kasongan cukup besar, lurus dan mulus. Kalau pakai Daihatsu Terios, jalan seperti ini memang bukanlah tantangan berat. Makanya trek lurus ini mesti dinikmati betul performa interiornya.

Daihatsu Terios 2015 menampillan desain yang “fresh” dan tetap dengan ciri khasnya, yaitu mini SUV yang gagah dan elegan. Dari segi interior, spesifikasi Daihatsu Terios 2015 ini juga mempunyai segudang fitur canggih yang membuat berkendara semakin nyaman. Seperti adanya Audio/Video Double Din with Aux & USB Connector membuat berkendara anda semakin bewarna. Fitur hiburan sangat lengkap karena anda bisa menyetel video maupun musik dan perjalanan panjang menjadi menyenangkan.

Sebelum tiba di Kasongan kami sempatakan mampir di Nyaru Menteng. Nyaru Menteng adalah tempat reintroduksi (pelepasan dan adaptasi dengan alam liar) bagi orangutan yang memiliki peran tak kalah penting dalam usaha penyelamatan dan pelestarian orangutan. Nyaru Menteng tepatnya berada dekat dengan Palangkaraya (sekira 28 km) dan secara administratif terletak di Desa Tumbang Tahai, Bukit Batu, Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Tiga bersahabat di Nyaru Menteng

Sayangnya saat kami datang, Nyaru Menteng sedang libur. Kami hanya sempat ngobrol dengan penjaga dan berfoto di depan kantor dan kandang adaptasi orang utan.

Bergeser sedikit dari Nyaru Menteng kami mengunjungi salah satu tempat menyepi Tjilik Riwut. Tjilik Riwut adalah putra Dayak yang pada masa kemerdekaan, ikut memperjuangkan kemerdekaan bagi wilayah Kalimantan Tengah. Lahir di Kasongan, Katingan  Kalimantan Tengah pada tanggal  2 Pebruari 1918 dan meninggal di Rumah Sakit Suaka Insan, Banjarmasin pada tanggal 17 Agustus 1987, serta dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Sanaman Lampang, Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Batu unik Balampah

Tempat itu didominasi serakan batu karst yang sangat besar. Karena itulah nama Bukit Batu cukup terkenal bagi orang yang akan mengunjunginya. Bukit Batu menurut penuturan dan keyakinan warga sekitar, merupakan lokasi pertapaan Tjilik Riwut.

Tempat berbatu itu sangat unik karena berada di tengah hamparan tanah yang datar. Jika kita menaiki bukit batu yang tak begitu tinggi ini, kita akan disuguhi pemandangan alam yang indah, walaupun terasa monoton karena hamparan di sekitanya hanya datar saja.. Selain keindahannya, lokasi unik seperti ini tak akan lepas dari berbagai macam legendan dan mitosnya. Maka tak aneh bila Batu-batu yang ada di objek wisata ini memiliki nama-nama yang dipercaya membawa keberuntungan, kesehatan, kekayaan dan lain sebagainya.

Dilarang berfoto….

Ngojek Ke Tanjung Kumai

Cukup lama kami menjelajah Bukit Batu yang juga disebut Balampah atau tempat menyepi itu. Setelah penjelajahan cukup, kami istirahat di sebuah warung di pinggir jalan. Selain istirahat, shalat dan makan, tempat itu juga merupakan tempat perhentian bis yang akan membawa kami ke Pangkalan Bun.

Hasan hanya bisa mengantar kami sampai Katingan saja. Ada beberapa pekerjaan yang tak bisa ditinggalkan. Kami mafhum adanya. Toh kami juga tak ingin merepotkan sahabat.

Pagi di Tanjung Kumai

Dari Katingang ke Pangkalan Bun, perjalanan sangatlah panjang dan melelahkan. Perkiraan 8 jam akan kami habiskan di jalan. Untuk perjalanan panjang seperti itu, mobil yang nyaman sudah tak bisa ditawar lagi. Untuk menjaga kebugaran fisik toh kami harus bisa tidur di kendaraan hingga sampai ke tujuan. Daihatsu Terios sepertinya bisa jadi pilihan. Ruang dalam yang lega dan suspensi yang empuk akan bisa meringankan beban berat perjalanan menuju Pangkalan Bun. Ah mengapa tak diteruskan ke Tanjung Kumai saja pakai Terios?

Perjalanan ini betul betul kami habiskan dengan tidur. Jurus “pelor” (nempel bantal terus molor) harus jadi andalan. Sebab jam 8 pagi kami harus lanjutkan perjalanan ke Tanjung Puting. Itupun bukan perjalanan ringan. 6 jam harus kami habiskan pakai kelotok hingga sampai tanjung puting jam 12 siang. Perjalanan yang panjang dan melelahkan. Mana… Daihatsu Terios mana…

Gerbang yang menyambut kami

Karena tertidur pulas kami tak sempat memperhatikan kondisi jalan. Yang ada hanya tidur, tidur dan tidur lagi. Sempat bangun untuk makan entah di daerah mana, lalu dilanjutkan tidur lagi.

Jam 2 malam, sampai sudah bisa di Pangkalan Bun. Tak ada angkutan pada jam selarut ini. Rizka dengan gesit segera memanggil ojek. “Begitulah caranya setelah saya gugling internet” Celoteh dia saat menunggu ojek. Hebat betul wanita ini pikir saya. Selarut ini di kampung orang yang tak dikenal. Saya tanya memang tak takut? Dia hanya menjawab “Tawakal aja sama yang di atas” sambil naik ojek.

Mesjid di dekat Pelabuhan Kumai

Sejam lamanya kami dihempas angin malam. Diombang ambing malam di atas sadel sepeda motor. Sempat terlintas pikiran buruk, “Seandainya tukang ojek itu berniat buruk, bisa saja kami dibawa ke mana dan kemudian ditinggal di negeri yang tak kami kenal. “Matilah aku” Pikirku. Namun saya teringat jawaban Rizka, “Tawakal saja sama yang di atas’. Kembali angin menghempas badanku. Ah seandainya pakai Daihatsu Terios saja, saya masih bisa tidur hingga Tanjung Kumai.

Setiba di Tanjung Kumai, kami diantar ke tempat penginapan. Tempat yang luas diperuntukan bagi yang akan pergi ke Semarang atau mau ke Tanjung Puting. Teman-teman saya suka heran mengapa kami mau ke Tanjung Puting? Tempat yang kebanyakan orang Tanjung Kumai sendiri belum pernah menjamahnya. Saya selalu tak bisa menjawab pertanyaan keheranan itu sebab saya sendiri heran mengapa langkah kami kami bisa sampai ke tempat sejauh ini?

Tanjung Kumai

Katanya tak ada kejadian yang terjadi begitu saya. Selalu ada kaitan dengan masa lalu. Saya mencoba menelisik, peristiwa apa yang bisa mengantarkan saya ke Borneo ini? entahlah. Mungkin banyaknya sahabat yang mesti dikunjungi menjadi magnet kedatangan saya di Pulau besan nan eksotik ini.

Betul saja. Di hampir tiap kota yang saya sambangi dari Palangka Raya hingga Tanjung Kumai, selalu ada teman yang dikunjungi. Bahkan teman yang tak pernah bertemu sekalipun. Indahnya silaturahim.

Indahnya Tanjung Kumai di pagi hari

daihatsu twit

like daihatsu

(Visited 24 times, 1 visits today)

Comments

comments

One comment

  1. witttt keren bingit pemandangannya pengen kesana tapi kapan yaa…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful