Templates by BIGtheme NET

Mengapa menjadi syiah?

(tulisan lama di Kompasiana)

Mengapa mereka menjadi syiah? mungkin pertanyaan itu yang terucap ketika ada orang yang menjadi syiah di tengah gencarnya propaganda anti syi’ah, baik di dunia maya atau di mimbar-mimbar. Dalam kesempatan haji tahun ini, sebagaimana ditulis dalam catatan harian saya di kompasiana, -saya membawa 15 jemaah yang secara hampir seimbang memeluk salah satu dari madzhab besar islam. Sunni dan Syiah- saya pergunakan kesempatan untuk ngobrol dan sharing tentang sebab ketertarikan mereka kepada syiah.

Tulisan ini sekedar merangkum beberapa status yang sudah ditulis di FB dan hasil obrolan yang belum sempat ditulis. Tulisan ini juga bertujuan untuk menggali sedikit lebih ke dalam tentang sebab orang menjadi syi’ah.

Sedikit profil dari jemaah haji yang syiah adalah dari sisi pendidikan rata-rata adalah S1. Pekerjaan cukup beragam mulai dari pegawai BUMN, dosen, notaris dan pengusaha. Rentang usianya adalah 35-50 tahun. Dengan profil seperti ini bisa dibaca bahwa mereka adalah orang yang terdidik, punya kemapanan ekonomi dan matang dari sisi usia.

Dari hasil perbincangan dengan jemaah itu maka dapat saya rangkum sebagai berikut :

pertama : ketertarikan kepada syiah justru bersumber dari provokasi anti syiah. Kebanyakan jemaah yang kemudian jadi syiah justru membaca buku tentang kesesatan syiah terlebih dahulu baru kemudian mereka mengkaji dari sumber yang kompeten. Seorang komentator di FB juga mengamini hal yang sama.

Kedua :  Ketertarikan pada syiah juga bersumber dari doa-doa yang berhasil membangun kehangatan baru dalam hubungan penghambaan kepada Allah. Mereka sangat rajin membaca doa seperti doa Kumayl dan munajat-munajat dari sahifah sajjadiyah. Seorang jemaah sunni juga kemudian rajin membaca doa kumayl setelah membaca terjemahannya bahkan dia membacanya tiap malam.

Beberapa orang membawa buku doa secara lengkap dan setiap hari ada doa dan ziarah yang dibaca.  Untung saja saat ini pemeriksaan di Bandara Saudi tidak terlalu ketat sehingga buku-buku seperti itu bisa masuk dengan aman.

Ketiga : Kedekatan emosional dengan Rasulullah dan para Imam Ahlul Bait juga menjadi salah satu sebab ketertarikan pada Syi’ah. Seorang jemaah mengatakan “dulu, untuk membangun kedekatan dengan Rasulullah saya hanya shalawat saja namun ketika membaca ziyarat kepada Rasulullah saya merasakan sebuah hubungan baru saja terjalin dengan hangat. Maka kemudian saya rajin membaca ziyarat Rasulullah dan juga merembet ke ziyarat lainnya”

Keempat : Kedekatan emosional kepada Rasulullah dan keluarganya terbangun juga lewat acara-acara maulid atau juga acara peringatan kematian Rasulullah dan para imam. Acara seperti asyura sepertinya menjadi pintu yang cukup signifikan di jemaah saya.  Sebagian besar mereka awalnya diajak ikut dalam acara asyura imam Husein. Penderitaan keluarga Nabi di padang Karbala itu menancap erat dalam benak mereka yang kemudian menjadi sebuah pemicu kecintaan pada Kelurga Rasulullah.

Itulah hasil bincang-bincang dengan jemaah dalam bimbingan haji saya. Semoga manfaat.

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful

%d blogger menyukai ini: