Templates by BIGtheme NET

Menyingkap Tujuh Surga Tersembunyi Bersama Terios 7 Wonders

Trek Baluran dalam Ekspedisi Terios 7 Wonder : Hidden Paradise (Dok : Daihatsu.Co.id)

Cantik, indah dan eksotik, akan keluar dari mulut kita, ketika Daihastu Terios mengunjungi tujuh tempat yang tersembunyi. Perjalanan itu seperti membuka singkapan demi singkapan taman-taman surgawi yang sengaja diciptakan Allah di bumi Nusantara. Sekali kita melihat tempat tempat itu, kita akan sepakat bahwa tempat-tempat itu memang merupakan surga-surga yang tersembunyi.

Tak salah jika dikatakan bahwa Nusantara ini adalah Zamrud Khatulistiwa yang memiliki berbagai tempat elok dan indah. Bagaikan hamparan permadani surgawi yang setiap detilnya menyajikan keindahan luar biasa. Daihatsu Terios bersama para blogger penjelajah dan beruntung, menjadi para penyingkap beberapa tempat indah bak surga itu.
Daihatsu Terios (Dok. Daihatsu)

Setelah sukses menyingkap surganya kopi di bumi Andalas, selanjutnya Daihatsu Terios mengajak para blogger untuk menguak surga-surga yang tersembunyi di luar Sumatera. Lintasan penjelajahan sepanjang 3000 km itu memulai ekplorasinya dari pantai eksotik Sarwana, Merapi yang penuh misteri, Tengger yang bersahabat, Baluran yang sangat afrika, Sade Rembitan yang ramah, Dompu yang antusias dan berakhir di Pulau Komodo yang gagah. 

Ada banyak kisah dalam rentang perjalanan panjang ini. Rangkaian cerita yang lebih panjang dan jauh dari km yang ditempuh menembus ruang dan waktu. Singkapan-singkapan itu seakan menuntun kita untuk lebih mensyukuri anugrah Nusantara yang diberikan kepada kita.


1. Temaram Senja di Sawarna
Perjalanan menuju surga pertama telah dimulai, sebuah desa dengan jarak hanya 185 km dari Jakarta menjadi tujuan pertama. Sawarna, demikian desa ini disebut. Konon ada desa terpencil di Banten ini menyimpan pesona alam yang indah. Sawarna termasuk dalam kecamatan Bayah, Lebak Banten.
Jalan meliuk-liuk, menggoyang peserta Terios 7 Wonder : Hiden Paradise, pikiran melayang-layang membayangkan Senja temaram di Sawarna. Sudah terngian-ngiang suara ombak membentur bebatuan karang, ditimpah suara merdu yang berasal dari arah kabin. Sebuah Monitor double DIN siap memberi kenyaman kru di dalamnya. CD, MP3 hingga USB bisa dimainkan dengan apik di kokpit. Dengan suara dari perangkat itu, membuat perjalanan Cikidang–Pelabuhan Ratu– Bayah terasa seperti alunan angin senja.
Tak terasa Desa Wisata Sarwana sudah di depan mata. Sawarna bukanlah desa biasa. Inilah desa menerapkan nilai-nilai yang ramah lingkungan (Environmental Village). Dengan keramahannya Sawarna siap menyambut para para tamunya. Baru tahun 2000-an konsep desa wisata yang ramah lingkungan dikenalkan. Sebetulnya itulah etika dari sebuah wisata, menikmati keindahan alam tanpa harus merusaknya. 
Trek Sawarna (Daihatsu.co.id)

Bagi Ade, salah seorang penduduk asli Sawarna, konsep desa wisata ramah lingkungan ini bisa menjadi isnpirasi buat desa lainnya. Setidaknya memberikan konstribusi bagi warga sekitar dan menarik para pengunjung.

Setelah diayun-ayun oleh Daihatsu Terios sepanjang perjalanan menuju Sawarna, pengunjung akan disambut sebuah jembatan gantung sepanjang 50 meter. Jembatan itu siap mengayun ayun pelancong. Sebuah sensasi tersendiri. 
Setelah melewati jembatan goyang itu, pelancong bisa menginap guest house dari warga setempat yang bisa disewakan oleh pengunjung. Tarifnya pun bervariasi mulai dari Rp 100 ribu hingga Rp 400 ribu/malam. tergantung dari kondisi rumahnya.
Setelah melepaskan keletihan selama perjalanan, kini saatnya menjelajahi Sawarna. Ada 2 spot pantai yang pantas disambangi, Pantai Ciatir dan Pantai Tanjung Layar. Pantai Ciatir memiliki ombak yang memadai untuk surfing bagi wisata, terutama turis asing. Sementara Pantai Tanjung Layar, keunikan bentuk 2 batu besar menyerupai perahu layar menjadi ikon Sawarna secara umum. Inilah ikon Sawarna yang wajib disambangi oleh pengunjung. 
Sejalan dengan waktu, mentari sudah mulai mematang, warna oranyenya yang bercampur biru sedikit demi sedikit semakin menua. Mulai dari oranye keemasan, semakin tua dan akhinya diselimuti kegelapan. Sesekali, semburat merah keluar dari balik awan, seakan ingin mengucapkan selamat jalan untuk perjalanan selanjutnya.
Temaram Senja di Sawarna (Dok http://www.wiranurmansyah.com)

Batu Layar Sawarna (Dok http://www.wiranurmansyah.com)
Sunrise di Sawarna ( Dok. http://www.wiranurmansyah.com)
2. Magis Merapi
Perjalanan kali ini menuju Merapi. Perlu waktu hampir 20 jam ! sebuah ujian bagi tim Terios 7 Wonder dan Daihatsu. Persiapan dilakukan untuk melakoni perjalanan panjang itu. Berbagai peralatan dicek dan disingkronkan dengan tim lainnya. maklum ada 7 mobil yang ikut dalam Terios 7 Wonder : Hidden paradise ini. Setelah beres bersiaplah menuju merapi yang magis. Adios Sawarna.
Merapi adalah pusaran magis bagi warga jawa secara umum dan khususnya bagi warga setempat. Bagi raja-raja Yogyakarta, Merapi adalah pusaran simbol spiritual yang terbentang dari Pantai Parang Tritis dan terkumpul di Merapi.  Bagi para pelancong, kemisteriusan dan daya tarik magis Merapi adalah magnit untuk berkunjung. 
Bagi warga setempat, Merapi adalah tempat tinggalnya. Udaranya, tanahnya, airnya adalah keseluruhan hidup mereka. Maka tak mudah meninggalkan tempat yang sudah menjadi darah dagingnya untuk ditinggalkan ketika Merapi meletus menunjukan keperkasaannya. 3 tahun yang lalu, tepatnya November 2010. Desa sekitar Merapi menjadi luluh lantak akibat letusan gunung. Desa Kinahrejo menjadi salah satu desa yang hancur. Namun warga tak ingin meninggalkan Merapi. Mereka kembali lagi membangun desanya. Dan di situlah kuasa Allah, selalu ada hikmah dan kebaikan dari bencana yang menimpa kita.
Penghijauan di Kinahrejo
(Daihatsu.co.id)

Desa Kinahrejo yang menjadi tempat tinggal Mbah Maridjan sang juru kunci, luluh lantak diterjang kuasa Merapi. Tempat tinggal Mbah Maridjan, bunker perlindungan serta tulang-belulang hewan peliharaan menjadi saksi bisu kekuatan semesta.

Tempat tinggal sang juru kunci, Mbah Maridjan, bungker serta sisa keganasan erupsi menjadi museum yang dikunjungi banyak orang. Barang berkaitan dengan Mbah Maridjan seperti alat rumah tangga sampai mobil evakuasi terakhir warga Merapi juga dipajang di kediaman sang juru kunci. 
Di Rumah Mbah Maridjan, barang-barang hingga kondisi terakhir saat gempa vulkanik menghantam desa masih bisa terliha. Koin, alat elektronik, sepeda motor hingga rumah tinggal masih terekam jelas. 

Widodo, cucu Mbah Maridjan mengumpulkan barang-barang sisa erupsi Merapi dan mendirikan sebuah museum Merapi. “Awalnya, sempat ingin membuang barang bekas akibat erupsi Merapi tadi. Namun kami mencoba mengumpulkan barang-barang tadi untuk dikumpulkan di eks rumah si Mbah-ku (kakek) dan bisa dilihat oleh masyarakat umum,” tukas Widodo. 
Hampir sebagian wilayah tertutup material gunung. Toh, pesona Merapi menyimpan keindahan yang tersembunyi. Pesonanya tidak pernah memudar. Karena banyaknya pelancong yang ingin melihat dari dekat kedahsyatan letusan Merapi, mengilhami kegiatan wisata yang kemudian dikenal dengan lava tour. 
Untuk menikmati lava tour itu kita bisa menggunakan mobil jip atau motor trail yang dikelola warga. Untuk tarif motor trail mulai Rp 50 ribu – Rp 100 ribu, sementara kendaraan jip, ongkosnya mulai dari Rp 300 ribu sampai Rp 450 ribu.
Warga juga bisa menjual souvenir Merapi ke pengunjung. Dari situlah kemudian hikmah bermunculan. Pelan tapi pasti, masyarakat dan pemda setempat terus bangkit kembali membangun desa mereka. 
Selain kesuburan tanah yang tetap terjaga, ada satu lagi, berkah pasca erupsi, milyarar meter kubik material pasir memberikan sumber alam yang siap dieksplorasi menjadi hal ekonomis. mungkin itu hikmah di balik bencana. sebuah kekayaan dan keuntungan dari alam yang menjadi harta tersembunyi yang siap memakmurkan masyarakat setempat. Sekali lagi, berkah Merapi tetap menjadi daya tarik. Apalagi, pelan tapi pasti, Merapi mulai kembali menghijau.
Namun Merapi, tetaplah Merapi. Gunung berapi yang magis dan misterius. Di balik kecantikan, keanggunannya dia tetaplah sebuah gunung dengan perilaku misterius. Dan Manusia yang ada di atasnya haruslah tetap waspada memandang kecantikannya. 
Dalam magisnya Merapi, Terios 7 Wonder : Hidden paradise ikut meramaikan denyut kehidupan Merapi dengan menanam 10 ribu tanaman. Sebuah sumbangsih jangka panjang yang akan menjadi kenangan bertahun-tahun lamanya. 
Di etape ini, Terios7 Wonder membuktikan kehandalannya melibas ruter Lava tour dengan aman dan nyaman. Medan pasir yang menjadi makanan kendaraan 4 WD dapat dilewati tanpa kesulitan berarti. setelah etape ini Tim langsung menyambangi dari dekat masyarakat Tengger di Kawasan Bromo – Tengger – Semeru, Jawa Timur. Eksotisme alam dan masyarakat budaya suku Tengger menjadi daya tarik perjalanan selanjutnya
Lava Tour Merapi (Dok. Daihatsu.co.id)
Lava Tour Merapi (Dok http://www.wiranurmansyah.com)
Di hadapan yang Maha Kuasa siapa yang berani ?
(Museum Sisa Hartaku. Dok. http://www.wiranurmansyah.com/)
3. Eksotisme Masyarakat Tengger
Perjalalanan selanjutnya tidaklah lebih mudah. Jalur awal yang hendak dilalui sedang mengalami perbaikan dan tidak boleh dilalui. Akhirnya perjalanan menuju Ranupani ditempuh melalui Tumpang – Ngadas – Njemplang – Bantengan – Ranupani. Jalur ini lebih panjang dan jauh ketimbang trek Njemplang – Bantengan – Ranupani. Perlu tambahan waktu 5 jam untuk sampai ke Ranupani.
Jalur ini didominasi tanjakan dan turunan terjal. Kondisi yang seperti ini membutuhkan keahlian, konsentrasi tinggi dan performa mesin yang handal. Pada trek inipun performa Terios menunjukan ketangguhannya. Trek ekstrem Senduro – Ranupani nan menantang, penuh dengan menu tanjakan dan turunan tajam sukses dilibas dengan nyaman. 
Berbekal sematan mesin 1.495 cc 4 silinder DOHC VVTi langsung merespon injakan pada pedal gas. Mesin Terios bertenaga 109 dk/6.000 rpm dan torsi 145 Nm/4.400 rpm ini seolah tidak kehabisan tenaga merangsek lika-liku jalan menuju Desa Ranupani, Lumajang Jawa Timur yang notebene desa Tengger terakhir menuju jalur pendakian Gunung Semeru. Dan sampailah di Ranupani.
Jalur menuju Tengger
(Daihatsu.co.id)

Ranupani ditinggali oleh suku Tengger. Inilah pemukiman masyarakat Jawa sejak masa Majapahit berkuasa dan bermukim plus memegang teguh budaya Tengger. Nama Tengger berasal dari gabungan nama Roro Anteng dan Joko Seger.

Roro Anteng dan Joko Seger adalah pasangan yang saling mencintai dan berupaya memadukan cintanya walau banyak yang menghadang cinta mereka. Dalam legenda masyarakat, Roro Anteng yang cantik bak puteri kahyangan sangat mencintai Joko Seger. Namun Ada tokoh lain yang juga berupaya merebut cinta Roro Anteng. Tokoh yang bernama Kyai Bima itu adalah dari bangsa raksasa yang sakti.
Saking kesengsemnya, Kyai Bima melamar Roro Anteng. Karena sudah mencintai Joko Seger dan tidak ingin bersuamikan seorang raksasa, Roro Anteng memberinya syarat yang berat yaitu membuat sebuah lautan yang sangat luas sebelum ayam berkokok.
Tanpa di duga Kyai Bima menyanggupinya. Dengan sekuat tenaga ia menggali gunung yang besar dengan tempurung. Sedikit demi sedikit mulai terciptalah bentuk dari lautan. 
Melihat Kyai Bima hampir berhasil, Roro Anteng merasa khawatir. Ia pun mengajak para pembantunya untuk menumbuk lesung sekeras mungkin agar ayam ayam terbangun berkokok.
Aksi Roro Anteng sukses. Mendengar kokokan ayam dan kicauan burung membuat Kyai Bima berhenti dan menyerah. Dia meninggalkan pekerjaannya dan melemparkan batok kelapa untuk menggali pasir. berdasarkan legenda itu, saat ini hamparan padang pasir di sekita Semeru dan Bromo disebut Segara Wedhi, sedang sumur besar untuk mengairi lautan pasir sekarang berwujud kawah Gunung Bromo. Batok yang dibuang Kyai Bima berwujud Gunung Batok.
Setelah kejadian itu Roro Anteng kembali melanjutkan hubungannya dengan Joko Seger. dan keturunan mereka disebut Tengger. Mereka membuat suatu wilayah dan dan menempati wilayah tersebut yang hingga saat ini.
Begitu tiba di Desa Ranupani, rombongan Terios 7 Wonder disambut warga Suku Tengger dan dipersilahkan menuju rumah warga yang memang sudah dipersiapkan. Rumah yang berukuran sedang ini cukup unik. Masyarakat Tengger menyatukan ruang tamu dengan dapur. Pawonan -sebutan masyarakat Tengger untuk dapur, menjadi ruangan utama sekaligus ruang terbesar dalam rumah Suku Tengger. 
Pawonan dengan tungku kayu bakar yang berada di tengah ruangan tersebut bukan hanya memiliki fungsi utama sebagai tempat memasak, namun juga sebagai tempat berkumpulnya keluarga untuk menghangatkan diri, makan bersama bahkan menerima tamu yang telah dianggap sebagai sanak (keluarga).
Malam itu tim Terios 7 Wonder dijamu di Pawon Mbah Iyem di Ranupani. Menunya kuliner lokal seperti ganyong, semen, nasi jagung,  jagung putih, sayur kol, ayam bakar utuh, tahu goreng, tempe goreng, ketela rebus, sayur sop, dan sambel. Nasi Jagung itulah yang merupakan makanan khas dari masyarakat Tengger yang ramah ini.
Setelah menghabiskan menu makan malam ala tengger di pawonan Mbah Iyem, 7 tenda doom di pinggir Danau Regulo Ranupani. Tidur di alam terbuka sambil ditemani ribuan bintang gemintang menambah sensasi malam itu. Embusan angin Tengger yang dinginnya menusuk tulang tidak menyurutkan anggota tim untuk melihat ribuan bintang itu dari luar tenda. 
Sungguh sebuah pemandangan yang sangat langka dan menjadi sebuat momen untuk lebih mentafakkuri semesta. Betapa manusia ini dikaruniai kenikmatan alam yang sangat luar biasa. Bagaimana mensyukuri dan menjaganya ? kata Albert Heim (1878). “Memandang alam dengan pengertian jauh lebih menyukakan hati daripada menyaksikan keelokannya saja”.
Malam bertabur bintang di Tengger (Daihatsu.co.id)
Menuju Tengger (Daihatsu.co.id)
Di Pawonan (Dok http://www.wiranurmansyah.com/)



4. Baluran, Africa van Java

Perjalanan dari Ranupani menuju tujuan eksotis selanjutnya cukup panjang. Perjalanan menuju salah satu ikon pariwisata yang dijuluki Africa van Java dimulai jam 9 pagi dan malam menjelang ketika tim Terios 7 Wonder tiba Di Taman Nasional Baluran. Taman Nasional ini tak jauh dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi. 
Baluran yang dihiasi hamparan savana dan hutan tropis seluas 25 hektar bukan sembarang taman nasional. Ada sejumlah hewan yang mendiami taman nasional ini seperti banteng Jawa, landak, merak, kera, rusa dan lainnya. Yang menjadi daya tarik utama Baluran ini adalah nuansa kental padang savana khas Afrika, mungkin minus singa, cheetah dan hyena. 
Jalan rusak menuju wisma sepanjang hampir 15 km menjadi menu etape akhir Baluran. Untungnya, Daihatsu membekali suspensi Terios yang mampu meredam guncangan jalan rusak akses menuju Afrika di ujung Jawa ini. 
Setelah santap malam Tim Terios 7 Wonder langsung ditawari safary night. Sebuah tawaran yang susah untuk ditolak. Walau badan letih ingin istirahat, namun sensasi Baluran di waktu malam tak boleh dilewatkan begitu saja.
G. Baluran. Hidden Paradise
(Daihatsu.co.id)

Melalui jalan setapak dengan diterangi sinar lampu senter pemandu mengantar ke tempat tempat di mana para binatang nocturnal keluar. Dalam trek sepanjang 2 km ini masih ditemui sejumlah fauna pun masih bisa ditemui. Musang, trengggiling, rusa dan kera keluar untuk mencari makan. Sayangnya, malamitu,  tim belum beruntung bertemu dengan ikon taman nasional Baluran ini, Banteng Jawa. 

Menjelang subuh, suara-suara hewan seakan membangunkan anggota tim Terios 7 Wonder. Waktu pagi merupakan salah satu waktu yang pas untuk menikmati Baluran. pemandangan luar biasa mempesona akan terpampang di hadapan kita. Matahari yang baru muncul menyapa padan savana yang luas dengan latar belakang Gunung Baluran yang kokoh menjelaskan dengan gamblang mengapa tempat ini layak disebut sebagai surga yang tersembunyi. Warna kuning keemasan bercampur dengan pohon akasia yang tersebar dan langit yang mulai membiru di Baluran. Indah mempesona.
Baluran adalah etape penutup untuk menyingkap surga tersembunyi di Pulau Jawa. Sebuah etape penutup yang manis sebelum menyebrang ke Bali lalu lanjut ke Lombok.
Baluran, Africa van Java (Daihatsu.co.id)
Menyambut pagi di Baluran (http://backpackology.me)
Tulang belulang banteng Jawa (http://www.wiranurmansyah.com/)
5. Mengais Kebijakan di Sasak
Tujuan perjalanan selanjutnya adalah Desa Sade Rembitan di Lombok. Setelah bermalam di Denpasar dilanjutkan dengan perjalanan menyeberangi Selat Lombok. Perjalanan menarik lainnya sudah menunggu di etape ini. 
Jika di Ranupani bertemu dengan keramahan dan kearifan masyarakat Tengger, di etape ini tim Terios 7 Wonder akan bersentuhan dengan kehidupan bersahaja  Suku Sasak yang tidak jauh dari Mataram, Lombok.
Suku Sasak tinggal di desa yang letaknya di daerah Rembitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok tengah Desa ini merupakan desa kuno yang berpenghuni sekitar 150 orang. Sebutan Sasak yang artinya perahu bercadik berkaitan dengan legenda masyarakat yang menjelaskan hubungan kerajaan Sasak dan Mataram Hindu.
Ketika kerajaan Mataram Hindu berkuasa dari Pulau Sumatera hingga Flores, banyak penduduk Mataram pada saat itu berlayar ke timur (Flores) menggunakan perahu bercadik. Mereka berlayar lurus (dalam bahasa waktu itu disebut lombok) dan sampai di tempat yang sekarang disebut lombok. Penumpang yang kemudian menempati Lombok disebut Sak-sak.
Pada masyarakat inilah ditemukan kearifan dan keunikan dalam kehidupan kesehariannya. Mulai dari pintu gerbang bale tani (tempat musyawarah warga), lumbung padi hingga peraturan dan kekeluargaan mereka.
Sade Rambitan
(Daihatsu.co.id)

Pada Suku Sasak ini. Keguyuban warga begitu mudah ditemui di setiap sudut desa. Mulai dari anak-anak, ibu-ibu hingga bapak-bapak. Senyum masyarakat Sasak akan mudah diberikan kepada orang baru. hal itu menyiratkan keramahan dan keterbukaan.

Tim Terios 7 Wonder disambut sejumlah tarian khas Sasak. Duo penabuh gendang dan iringan musik tradisional bersamaan seolah memberi salam, selamat datang. Tari Gendang Gelik ini mencairkan suasana tim sesaat memasuki gerbang desa. Setelah itu atraksi pertarungan khas Sasak yang bernama Paresean menjadi tontonan menarik. Selain untuk uji ketangkasan dan ketahanan tubuh tari Paresean merupakan ajang seleksi menuju medan perang masa silam.
Salah satu keunikan desa ini berkaitan dengan pemeliharaan rumah. Lantai rumah dan beberapa bagian rumah dibuat dengan campuran kotoran sapiTentu saja, ada prosedur yang memang harus dilakukan sebelum “perawatan” lantai rumah tinggal. Keren ya…
Setelah dihidangkan beragam keunikan dan keramahan Suku Sasak, Tim Terios 7 Wonder Hidden Paradise disuguhi keindahan alam lombok. Tim diajak menuju pantai Pink yang eksotik. Perlu waktu 2 jam menuju pantai itu.
Bukan perkara mudah menggapai Pink Beach yang satu area dengan Tanjung Ringgit itu dari Sade Rambitan. Jalan yang rusak, kanan kiri dihiasi tanah tandus nan gersang. Untuk kondisi seperti ini sangat dibutuhkan transporter tangguh untuk menuju ke sana. Untungnya, sosok Terios smampu meladeni tantangan ini dan teruji pada etape ekstrim sebelumnya. Kesuksesan menyudahi perjalanan petualang in langsung terbayar lunas oleh pemandangan Pink Beach lengkap dengan panorama alami.
Selain pantai eksotik, area tebing curam seolah berpadu apik dengan guratan alam lainnya di lokasi ini. Kontras yang berpadu dalam harmoni. Betul betul Hidden Paradise.
Tari Gendang Gelik (Daihatsu.co.id)

Tari Paresean (Daihatsu.co.id)

Menuju Pink Beach Lombok (Daihatsu.co.id)

6. Sumbawa, surga pada poros Dompu dan Bima
Hari ini Tim Terios 7 Wonder Hidden Paradise harus melahap jalanan seanjang 585 km. 585 km! Ya rute Lombok – Dompu menjadi tantangan tersendiri. Bukan sekadar panjangnya rute, bentangan alam Sumbawa benar-benar menjadi tantangan. Yang terbayang adalah rute sepanjang itu dengan jalan yang tidak bagus. ya paling tidak, tidak sebagus di Jawa lah.

Bebukitan gersang menyambut tim setiba di Pelabuhan Poto Tanu. Ternyata kami salah sangka dan melihat sebelah mata tentang jalanan di Sumbawa menuju Dompu. Ternyata jalur Sumbawa-Dompu memiliki jalan mulus dengan kualitas aspal hitam mulus yangnumero uno.
Infrastruktur jalan yang baik dan pemandangan yang kerena adalah suguhan tersediri. Liak liuk jalan yang mulus bisa dinikmati dengan apik bersama SUV Daihatsu. Performa Terios benar-benar terasa mengasyikan driving experience saat bercengkerama di jalan aspal di Pulau Sumbawa ini.

Settingan suspense Terios benar-benar diuji. Penggunaan 5-link rigid axle dengan per keong masih tetap dipertahankan. Bahkan settingan shock absorber lebih empuk membuat kenyaman penumpang tetap terjaga menikmati bebukitan dengan panorama laut di sebelah sisinya. Amazing.

Trek SUmbawa
(hhttp://www.wiranurmansyah.com/)

Kedatangan tim Terios 7 Wonder di Lakey Beach Dompu, disambut dengan deru dan deburan ombaknya. Tim menginap di pesisiran pantai terkenal di Dompu ini. Memang pantai ini menjadi pavorit penggila surfer karena selain panorama alam yang indah gulungan ombaknya pun menantang peselancar.

Setelah beristirahat, tim Terios 7 Wonder Hidden Paradise kembali menjajal jalanan Dompu. Setelah itu seluruh tim menuju perbatasan Dompu – Bima. Tepatnya di Desa Palama, Donggo, Bima Nusa Tenggara Bara terdapat pemerahan susu kuda liar.

Kuda liar? Ya. sebetulnya di kampung ini biasanya, setiap rumah memiliki 1 kuda. jadi kuda itu ada pemiliknya namun kuda-kuda itu tidak dikandangkan. Kuda-kuda itu dibiarkan hidup di alam bebas yang menjadi tempat berkembang biaknya.Kuda-kuda itu diambil lagi pada masa sudah akil balig dan bisa diperah susunya. Pemerahan susu dilakukan pada kuda dewasa yang cukup umur. T
Soal rasa? “Rasanya lebih lembut ketimbang susu sapi pada umumnya. Langsung meminum dari lokasi pemerahan menjadi keasyikan tersendiri,” tukas Maulana Harris, salah satu blogger yang mencicipi susu kuda liar.

Dompu-Bima begitu memesona. Tidak hanya alam, kudapan berupa susu kuda liar menjadi daya  tarik kawasan ini. Surga tersembunyi dari Sumbawa bisa terkuak dimulai dari paparan di atas.

Sumbawa Eksotic (http://www.wiranurmansyah.com/)
Memeras susu kuda liar (http://backpackology.me/)
Rasanyaaaaaa ((http://backpackology.me/)

7. Pulau Komodo, Surga Warisan Dunia

13 Hari perjalanan sudah dilalui. 2566 km jarak telah dilalui. Tim Terios 7 Wonder Hidden Paradise memasuki puncak penjelajahan. Menuju surga warisan dunia dan bertemu hewan purba bernama Komodo.

Istimewanya, sosok Daihatsu Terios hadir menjadi saksi sempurnanya perjalanan eksotik di Pulau Komodo. Betul Terios lansiran terbaru berlabuh di Pulau Komodo sekaligus menandai puncak perjalanan Terios 7 Wonders: Hidden Paradise 2013. Di dermaga baru Pulau Komodo, Nusa Tenggara Timur. Hanya satu unit Daihatsu Terios yang dibawa ke dermaga tersebut, sedangkan 6 dari 7 unit lainnya ditinggalkan di Sape.

Kedatang tim Terios 7 Wonder Hidden Paradise lini lebih dari sekedar penegasa misi ketangguhan yang sukses menjejakkan kaki di pulau nan elok ini, namun untuk menyadari keberadaan warisan keajaiban dunia yang berada di Indonesia. 
Bukan perkara mudah, pasalnya, bukan sekadar mengangkut personel tim, namun juga mesti menyertakan sosok Daihatsu Terios dalam perjalanan. Inilah tantangannya. Berkat bantuan semua pihak terkait, Phinisi Lafina dari Bone, Sulawesi Selatan siap mengantar tim berlabuh ke Pulau Komodo. Setelah melewati penyebrangan sekitar 6 jam dari Sape menuju Labuan Bajo, lanjut ke Pulau Komodo.
Persiapan loading Terios untuk pagi hari cukup memakan waktu. Namun pada pukul 5 pagi, phinisi Lafina bergegas menuju Pulau Komodo. Ada banyak pulau kecil sesaat berlayar terhampar di laut biru Manggarai Barat. Pulau besar seperti Rinca, Kenawa, hingga Pink Beach menjadi tujuan mengeksplorasi wisata di pulau eksotis di samping diving tentunya.

Sekitar 4 jam, akhirnya tim berlabuh di dermaga Pulau Komodo. Inilah momen yang ditunggu. Rombongan blogger dan para petinggi Astra Daihatsu Motor, akhir bertemu pada titik ini. Seluruh peserta baik dari awak media, blogger hingga para petinggi manajemen Astra Daihatsu Motor hadir dalam acara puncak tersebut. 
Menuju Pulau Komodo (Daihatsu.co.id)

Dalam sambutannya kepada tim Terios 7 Wonder Hidden Paradise, Amelia Tjandra, Direktur Pemasaran PT. ADM mengatakan “Hal ini menegaskan kembali ketangguhan Daihatsu Terios yang menempuh perjalanan 3.012 kilometer dari Jakarta – Pulau Komodo tetap tangguh. Menjadi istimewa, sosok Terios juga hadir bersama tim di destinasi terakhir di pulau eksotik ini,”

Keistimewaan itu dihabiskan dengan mengekplorasi Pulau Komodo yang eksotik. Tracking menjadi opsi. Untungnya, para ranger pun menemani kami menjelajah Loh Liang sekaligus menikmati sebagian area bermain sang Naga (Dragon) alias komodo.

Benar saja, sosok binatang purba itu langsung menyapa kami. Sepintas, sosoknya seolah tidak berdaya. Namun, para Sahabat Petualang tetap waspada. Maklum, air liur dan gigitnya yang mengandung bakteri cukup mematikan bila sang Naga ini menyerang. Ada sekitar 7 Komodo yang kami jumpai.

Selain itu, pantai Pink dan menyelam tak bisa dilewatkan begitu saja. Pihak Daihatsu sendiri sudah membawa dua orang dive instructor untuk melatih Discover Scuba Diving bagi Sahabat Petualang yang ingin mencicipi dunia bawah laut yang misterius namun indah. Dan jadilah penjelajahan bawah laut pulau komodo yang tak akan pernah dilupakan


Puas, pasti. Inilah akhir perjalanan Terios 7 Wonders: Hidden Paradise 2013. Pastinya, masih banyak surga-surga yang tersembunyi di bumi Nusantara yang siap diungkap. Setidaknya, 7 spot dalam perjalanan ini menjadi penghapus dahaga Sahabat Petualang untuk mengeksplorasi lebih jauh dan dalam. 

Sang Naga warsan dunia (http://backpackology.me/)
Pink Beach yang Pink (http://backpackology.me/)
Sangat Jernih Airnya (http://www.wiranurmansyah.com/)
Pulau Komodo Underwater (http://backpackology.me/)
Diving di Pulau Komodo (http://backpackology.me/)

(Visited 13 times, 1 visits today)

Comments

comments

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful