Templates by BIGtheme NET

Museum La Galigo, jejak kekayaan peradaban Makassar

100_8090Sebuah bangsa dan masyarakat yang besar dibangun tidak dalam waktu sekejap. Perjalanan yang panjang selalu mewarnai bangsa itu. Kata orang, Bangsa yang gemilang bisa dilihat pada warisan budaya yang ditinggalkannya. Dan Museum La Galigo seperti album foto perjalanan tersebut yang bisa dinikmati oleh generasi sekarang dan mendatang.

Sambil menunggu teman yang tak bertemu sejak 20 tahun silam, saya memanfaatkan waktu untuk melongok Fort Rotterdam, satu tempat menarik di kota Makasar ini. Kebetulan tempat janjian memang dekat dengan benteng.

Setelah memasuki benteng, saya menuju Museum La Galigo. Itung-itung ngadem di dalam museum. La Galigo adalah karya sastra klasik bugis dan merupakan karya sastra terpanjang di dunia. Keren banget ya.

Peninggalan Museum La Galigo

Menurut ceritanya, sebelum berubah menjadi museum La Galigo, dulunya museum ini dinamakan Celebes Museum oleh Pemerintah Hindia Belanda. Museum ini didirikan pada tahun 1938 di kota Makassar sebagai ibukota Gouvernement Celebes en Onderhoorigheden (Pemerintahan Sulawesi dan Daerah Taklukannya). Kepala Museum yang pertama adalah Tuan Ness.

Museum ini pernah berhenti seiring pendudukan Jepang. Setelah masa vacum, museum berdiri kembali pada tahun 1966. Empat tahun kemudian, dengan surat keputusan Gubernur (1970), museum secara resmi berdiri dengan nama Museum La Galigo. Selanjutnya melalui surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (1979), nama museum berubah menjadi Museum La Galigo Propinsi Sulawesi Selatan.

Qur’an kuno koleksi museum

Selain dari penemuan koleksi museum diperoleh dari sumbangan para budayawan, kolektor dan bahkan masyarakat umum.

Untuk bisa menapaki sejarah masa lalu dan membuka “album foto” di museum ini memerlukan waktu yang cukup lama. Sejam minimal lah. Jumlah obyek dan masa yang dilihat dapat dilihat dari pembagian ruangan museum. Ada beberapa kategori yang bisa dikunjungi: arkeologi, etnografi, filologika, historika, keramologika, numismatika, dan karya seni rupa. Sayang saya tak bisa melihat secara keseluruhan karena teman saya sudah menunggu sebelum penjelajahan ini tuntas.

Pokoknya dengan masuk ke museum ini, kita bisa melihat Jejak-jejak peradaban di Sulsel sejak zaman berburu (zaman paleolitik) hingga jaman modern. Sayang sekali kalau ke Makassar namun melewatkan Museum yang sangat kaya ini.

keramik dengan nama malaikat, nabi dan khalifah

Kapak dan cakra. Punya khrisna?

koleksi titipan

Museum La Galigo

Mahkota emas

patung-patung

Batu Shiva?

(Visited 5 times, 1 visits today)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful