Templates by BIGtheme NET

Nasi Cikur Panglipur Sang Pelipur Lapar

untuk tumbuh tinggi perlu akar yang kokok

untuk tumbuh tinggi perlu akar yang kokok

Setelah tahu tentang beragam bambu yang ada di Kebon Awi Kafee, saya ingin mencoba makanan khas Sunda yang tertera di menu. Saat itu ada dua pilihan yang menjadi pertimbangan, nasi tutug oncom dan nasi cikur. Karena nasi tutug oncom sudah sering saya nikmati, maka saya ingin mencoba nasi cikur panglipur sebagai pelipur rasa lapar yang mendera di suasana sore yang dingin.

Nasi cikur ini merupakan nasi yang dicampur dengan rempah bernama cikur atau kencur. Nasi yang hangat dicampur dengan rempah cikur yang sudah diolah dengan berbagai bumbu. Untuk mengolah nasi ini diperlukan keahlian dan pengalaman yang baik. Sebab, jika rasa cikurnya terlalu dominan rasanya tidak enak. Demikian juga kalau cikurnya tak terasa. Dalam hal ini,Kebon Awi Kafee, cukup berhasil mengolah nasi cikur dengan rasa yang seimbang.

Nasinya terasa lembut, berbeda jauh dengan yang pernah saya coba di sebuah warung di kawasan Taman Hutan Raya Djuanda. Dalam hal ini harga mungkin yang menentukan. Kata orang, “Harga tidak akan pernah menipu”. Satu porsi Nasi Cikur Panglipur ini bisa didapat dengan harga 40 ribuan. Jadi kenikmatan menyantap nasi cikur panglipun ini sesuai dengan harga yang didapatkan.

Nasi Cikur Panglipur ini dilengkapi dengan ayam goreng, tahu, tempe dan lalab. Kombinasi sambal dan lalaban segar membuatnya menjadi segar. Lha iya kan namanya masakan Sunda ndak sah kalau tanpa lalab. Cuma sayangnya lalabannya termasuk sedikit. Baik dari kuantitas maupun jenis lalabnya. Ada baiknya lalabnya disediakan lebih banyak dan variatif.

Suasana yang dingin memang enaknya menyantap makanan dan minuman hangat. Setelah dihangatkan oleh Nasi Cikur Panglipur dan sambalnya, saatnya mencoba bajigur. Sayangnya bajigur ini keburu dingin karena kelamaan menikmati nasi cikurnya. Jadilah rasa manis dan hangat dari bajigur ini tidak begitu maksimal dirasakan. Suara tongeret dan gesekan daun bambu ditimpahi rintik hujan semakin membuat suasana menjadi sangat Sunda.

10288805_10206987538541493_6440851074946198015_nKebon Awi Kafee memang dirancang untuk menghadirkan suasana tatar Sunda yang romantis, sejuk dan manis. Suasana saung mungil dan kolam ikan berhasil menghadirkan suasana itu. Sehingga siapapun yang masuk akan dapat menangkap aura tatar pasundan ini dengan mudah. Suasana yang bersih dan rapi membuat pengunjung betah berlama-lama di sini.

Kafe dengan nuansa Parahyangan yang kental ini berada di Jalan Bukit Pakar Timur No.29, Ciburial, Cimenyan, Bandung. Letaknya tak jauh dari portal masuk Desa Ciburial. Lokasinya yang di pinggir jalan dapat dengan mudah dijangkau. Bukan saja oleh mobil kecil, mobil bis saja bisa ditampung di tempat ini.

 

 

 

(Visited 35 times, 1 visits today)

Comments

comments

One comment

  1. enak pisan cigana… iraha ngajak ?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful