Templates by BIGtheme NET

Nasi Liwet dan Sate Maranggi Enak Di Lembang

Kali ini saya mau ngajak jalan-jalan eh… ngajak makan di Lembang. Nah beberapa pekan yang lalu sepulangnya saya dari Curug Cijalu, saya mampir di sebuah tempat makan, Sate Maranggi namanya. Saya tak pilih sate kelinci soalnya ngebayangin kelinci yang lucu itu disate rasanya gimana gitu. Jadi walaupun sate kelinci Lembang katanya enak, saya masih pilih sate Maranggi saja yang pakai daging kambing.

sate maranggi

Sate Maranggi yang manis dicampur irisan tomat dan cengek yang segar

Sengaja saya tawarkan kepada istri saya untuk makan di sini. Diapun menerimanya walaupun mesti menahan lapar agak lama. Jadi walau di jalan banyak tempat makan ya ditahan saja. Padahal perjalanan dari jalan cagak ke tempat ini cukup jauh.

sambel lalab

sambel lalab yang maknyus

Akhirnya, setelah meliuk-liuk di jalan dan melewati tanjakan emen dan tanjakan lainnya, di depan Balai Penelitian Sayuran, saya membelokan mobil dan masuk ke tempat parkir yang cukup untuk 10 mobil. Setelah duduk kami memesan dua porsi sate maranggi, nasi liwet, ikan beunteur, dan jangan ketinggalan sambel lalabnya. Untuk minumnya saya pesan bajigur saja sementara Istri saya, Vigi dan Zahra mencukupkan dengan teh hangat. Cukuplah untuk menghangatkan suasana dingin sore itu.

ini yang disebut beunteur

ini yang disebut beunteur

Agak cukup lama menunggu, kami pergunakan untuk melihat-lihat foto di Curug Cijalu dan mengisi kembali batre HP yang susah sekarat. Untung sudah disediakan beberapa colokan listrik di sisi-sisi tempat makan yang didesain untuk lesehan.

Akhirnyaaaaa…. pesanan datang. Saya coba dulu sambelnya. Soalnya sambel ini yang membawa nikmat. Boleh jadi daging atau yang lainnya enak tapi kalau sambelnya tak enak bisa membuat rasa nikmat terkurangi. Bagi lidah saya cukupan tapi bagi Istri saya dan Vigi, agak kemanisan. Mereka sampai bilang “wah yang buat sambel orang jogja kayaknya”.

Satenya, untuk ukurannya sih kekecilan. Kalau agak dipadatkan dan dibesarkan ukurannya menurut saya pasti lebih nikmat rasanya. Satenya lembut dan bumbu manisnya menyerap. Rasa manis satenya pas disantap dengan irisan tomat, bawang dan cengek. Irisan tomat dan cengek itu membuat segar sate Marangginya.

Dua hal penting itu sudah dicoba, tinggal makan nasi liwetnya. Nah nasi liwet di sini juga juara loh. Nasi liwet yang dibuat di sebuah alat yang disebut kastrol itu dicampur dengan berbagai rempah. Ada serai, bawang dan lengkuas lalu ditaburi ikan teri kecil-kecil yang membuat nasi yang sudah wangi menjadi bertambah gurih. Rekomended banget nasi liwetnya.

IMG_6893

Aduuuh, entah berapa kali saya nambah. Perjalanan jauh dan suasana dingin Lembang rasanya memang menyumbang selera makan sore itu. Tak cukup itu, saya juga akhirnya menjadi ahli thaharah alias tim sapu bersih menghabiskan hidangan yang tersisa. Alhamdulillah masih bisa menikmatinya.

Secangkir bajigur menjadi penutup hidangan yang nikmatnya luar biasa. Sedikit demi sedikit bajigur itu diseruput. Seruputan terakhir menjadi semacam husnul khitam, penutup yang baik untuk kenikmatan yang luar biasa ini.

Comments

comments

6 comments

  1. makanan nyunda begini bikin nganyenin … pengen balik ke bandung :)
    sate maranggi yang paling enak pernah saya coba sih yang di depan situ wanayasa .. wah te o pe be ge te …

  2. nasi liwet sunda favorit banget, bikin sendiri dirumah juga gampang loh mas :)

  3. Turis Cantik

    Nasi liwet msh panas makan pakai tangan dan ikan asin ahh manteb!

Tinggalkan Balasan

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful

%d blogger menyukai ini: