Ada Sate Enak Di Koffie Tidj Bandung

Koffie Tidj Bandung, tempat sate enak dengan suasana nyaman

Akhirnya saya bisa mengajak istri saya menikmati sate enak di Koffie Tidj Bandung. Sebelumnya, saya menikmati sate ini saat diajak rapat. Saat itu, salah satu menu yang disediakan adalah sate. Saya mencoba satenya dan enak betul. Saya tak ingin hanya bercerita saja, dan akhirnya pada satu sore yang dingin dan hujan rintik rintik saya mengajak istri ke Koffie Tidj. Sebetulnya anak-anak juga diajak, cuma dua anak saya lagi pada kuliah, jadi ndak bisa bergabung.

Setelah memarkirkan mobil, saya memasuki ruangan cafe yang bernuansa rumah bergaya belanda. Alunan musik menyambut kami. Ada sebuah patung putih membungkuk, seakan mengucapkan selamat datang kepada kami. Di sisi kanan, ada sebuah spot bergaya belanda yang disiapkan untuk berfoto. Dinding-dinding di cafe itu dihiasi berbagai macam tulisan beserta lukisan. Membuat mata tak bisa diam di satu titik saja.

Beberapa anak SMA duduk tak jauh dari tempat duduk saya. Entah belajar atau sekedar ngobrol. Yang jelas, sampai saya pulang mereka masih asyik berkumpu. Tempat ini sangat nyaman buat tempat nongkrong.

Saya memilih sebuah sudut agak di depan bar, tujuannya agar kelihatan sama pelayan kalau mau pesan. Saya memesan satu porsi sate campur (lemak dan daging), sementara istri saya memilih nasi ayam honje. Minumnya yang cocok di suasana yang dingin seperti sore itu ya minuman hangat. Saya memilih coklat panas dan istri saya memilih teh hijau.

Tak berapa lama, pesanan datang. Wangi sate begitu menggoda, dibarengi dengan suara ‘ngajurujus’ dari hot platenya. Saya ambil satu tusuk, lalu dicelupkan ke kecap yang sudah dicampur dengan cabe rawit dan bawang. Empuk dan tak ada bau kambingnya. Potongan daging yang cukup besar masih terasa empuk dan juicy saat digigit. Rasanya suasana dingin sore itu, terusir oleh hangatnya sate emput dan hangat itu. Ada yang kurang nih. Saya meminta acar yang tak disertakan saat itu. “Tunggu sebentar” kata pelayannya. Dan setelah tersedia, empuknya sate disempurnakan dengan segarnya acar timun.

Tak lama, 8 tusuk sate enak dan juicy itu habis. Saya lalu mencoba coklat hangatnya. Sepertinya paduan sate dengan coklat kurang pas. Karena membuat perut saya agak begah. Akhirnya saya mencoba teh hijau yang dipesan istri. Nah ini baru cocok. Teh hijau hangat itu membuat segar mulut dan perut saya. Teh hijau yang sepertinya sudah diberi air jeruk memberi efek segar. Maknyus kata almarhum pak Bondan.

Sayangnya saya belum merasakan racikan kopinya. Pastinya kopinya juga juara. Kan namanya juga Koffie Tidj yang artinya waktunya ngopi. Satu saat, mungkin saya akan mengunjungi lagi cafe yang terletak di jalan Citarum 30 ini.

Koffie Tjid Bandung
Jalan Citarum No.30
Bandung
Telpon : 082228281212 / (022) 4262896
Jam buka: 07.00-24.00

fajr muchtar

Suka traveling ke mana saja, Reviewer, pencinta kuliner. bisa dihubungi lewat : Kontak : 081317655393 twitter/IG @fxmuchtar ~e-mail : fxmuchtar@gmail.com ~Facebook : facebook.com/fxmuchtar

Default Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Facebook Comments