Templates by BIGtheme NET

Wonderful Indonesia : Raja Ampat The Paradise on Earth

Wayag, Ikon Raja Ampat. Wonderful Indonesia (bpkp.go.id)

Debur ombak yang mendayu-dayu, angin pantai yang semilir menimpa, sinar mentari memasakan pasir-pasir di pantai yang memiliki gradasi warna menghanyutkan. Pantai berpasir putih, lautan dengan keragaman biotanya yang sangat kaya menjadi sebuah mimpi tak tertolak dari Raja Ampat. Setiap kali membaca tentang keindahan pantai dan lautan di Indonesia, kurapal Raja Ampat seperti tasbih setelah shalat. 

Mimpi itu hampiiir saja jadi kenyataan pada Agustus 2014 yang lalu. Ketika saudara saya posting tentang Raja Ampat di wall FB-nya saya berkomentar, “ajak abdi… keun we bagean ngangkat koper oge… (koper boy)” Artinya kira-kira begini “ajak saya dong… biar deh kebagian jadi tukang angkat koper juga (cover boy)”.
Beberapa hari setelahnya, Kang Haji Iwan menelpon saya. Beliau mengajak ke Raja Ampat. Waaah, ternyata impian itu hampir nyata. Sejak itu perjalananan kemudian diatur dan disepakati tanggal 4 Agustus akan ke tempat itu. Ternyata takdir belum menyatukan kami, hiks... Tanggal 4 itu tiba-tiba saja di Raja Ampat akan ada rombongan Presiden untuk melaksanakan Sail Raja Ampat sehingga rombongan kecil kami harus melakukan penjadwalan ulang. Sayangnya jadwalnya juga ketat sehingga Raja Ampat masih di batas impian.
Catatan mimpiku di beberapa jejaring sosial

Ah. Saya mesti mensyukuri impian itu. Saya yakin bahwa impian ini akan membawa nasibnya sendiri hingga suatu saat nanti saya akan menjejakan kaki di bumi Raja Ampat, suatu hari nanti saya akan ikut bercengkerama dengan para ikan di perairan Raja Ampat yang indah. Mungkin lewat kontes blog ini. Semoga. Amien.

Beberapa pelancong terkenal menegaskan bahwa Raja Ampat merupakan salah satu tempat yang harus dikunjungi sebelum mati. Saya mengerti mengapa ungkapan itu bisa muncul, karena Raja Ampat memang wonderful.
Beberapa baris syair lagu Rayuan Pulau Kelapa melayangkan ingatan akan sebuah negeri dengan barisan nyiur di pantainya…
Melambai lambai

Nyiur di pantai

Berbisik bisik

Raja Kelana
Senja mematang merah di Raja Ampat (credit by : Wisnu Purwanto Family)

INDONESIA, zamrud katulistiwa yang dihiasi ribuan pulau, rakyatnya yang ramah, kekayaan alam melimpah dan keindahan alam nan megah. Kekayaan alam yang luar biasa yang dimiliki bangsa ini. 

Sebagai Negara kepulauan, Indonesia memiliki ribuan gugusan pulau yang merupakan permata yang indah. Salah satu permata yang sedang kilau kemilau memancarkan pesonanya ke seantero semesta adalah Raja Ampat.
Secara administrasi, gugusan Kepualauan Raja Ampat ini berada di bawah Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Seperti namanya Kepulauan Raja Ampat terdiri dari rangkaian empat pulau besar yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Salawati, dan Pulau Batanta. Selain empat pulau itu, tercatat ada 610 pulau tersebar di wilayah Raja Ampat. 35 di antaranya ditempati oleh penduduk. Sisanya merupakan pulau kosong.
Raja Ampat dalam Torehan Sejarah
Beberapa peninggalan Di kawasan gugusan Misool menjadi bukti bahwa kawasan ini telah ditempati sejak lama. Di kawasan itu ditemukan peninggalan prasejarah berupa cap tangan pada dinding batu karang. Menurut perkiraan cap-cap tangan ini berusia sekitar 50.000 tahun. Wow, tua banget ya.
Cap tangan dan lukisan kuno di batu cadas Teluk Kabui Raja Ampat (Kompas.com)

Dalam catatan sejarah juga disebutkan bahwa pada abad ke-15, Kepulauan Raja Ampat masuk dalam wilayah Kesultanan Tidore di Maluku. Tak heran jika pengaruh Islam cukup kuat di wilayah ini. Kesultanan Tidore menunjuk empat orang kepala suku sebagai wakilnya dan ditempatkan di empat pulau besarnya yaitu Waigeo, Batanta, Salawati dan Misool. 

Keempat kepala suku di empat pulau besar itulah yang menjadi cikal bakal penyebutan wilayah ini dengan nama Raja Ampat. Ada juga yang mengatakan bahwa penamaan wilayah ini berkaitan dengan empat suku besar di Raja Ampat yaitu Ambel, Langgayan, Kawei dan Wawiyai.
Nah dari sisi legenda masyarakat tak kalah menariknya. Penamaan Raja Ampat menurut legenda masyarakat setempat berawal dari kisah seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat butir di antaranya menetas menjadi empat orang pangeran yang kemudian menjadi raja di empat pulau besar. Sementara Tiga butir telur lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan sebuah batu.
Sekarang, Raja Ampat telah menjadi kabupaten tersendiri setelah dimekarkan dari Kabupaten sorong pada tahun 2003. Pusat pemerintahan dan sekaligus Ibukota bagi Kabupaten Raja Ampat terletak di Pulau Waigeo, di kota Waisai. Hari jadi Kabupaten Raja Ampat dirayakan setiap tanggal 9 Mei.
Kearifan Lokal dan Ragam Budaya
Masyarakat Kepulauan Raja Ampat memanfaatkan laut sebagai sumber mata pencaharian dan tempat untuk menghidupi kehidupannya. Bagi mereka, laut seperti oksigen bagi kehidupan. Dari hubungan yang erat dengan itu lahir kesadaran pentingnya menjaga air dan tanah tempat tinggalnya. Kesadaran itulah yang melahirkan sistem budaya untuk menjaga dan melestarikan alam di sekelilingnya
Untuk menjaga kelestarian alamnya, masyarakat Raja Ampat memiliki system budaya bernama Sasi. Sasi juga berarti larangan ekploitasi kolektif terhadap suatu objek atau kawasan demi menjaga kepentingan orang banyak dan menjaga kelestarian alam. 
Peta wilayah penerapan Sasi (Dok. Dhanang/Ibu Kuwati/kompasiana)

Sasi hakikatnya adalah suatu bentuk perlindungan atas wilayah laut dan hutan yang ditetapkan oleh tetua adat atas kesepakatan bersama. Kesepakatan itu bertujuan untuk melindungi hasil laut dan biota laut dalam jangka waktu tertentu. Sasi juga hanya membolehkan masyarakat menangkap ikan dengan peralatan yang sederhana serta tidak merusak. 

Penutupan satu kawasan untuk kelestarian ekosistem alamnya diterapkan ini dilakukan lewat upacara adat. Masyarakat percaya bahwa jika aturan-aturan ini dilanggar, maka akan turun musibah menimpa seluruh anggota masyarakat. 
http://rajaampatbiodiversity.com/

Sasi sebagai sebuah sistem pertahanan dan perlindungan budaya berbasis kearifan lokal terbukti ampuh menjaga kelestarian alam Raja Ampat. Oleh karena itu Sasi kembali diangkat oleh pemerintah daerah untuk menjaga dan melestarikan alam Kepulauan Raja Ampat. Sayang sekali kalau keindahan alam yang luar biasa ini hilang karena ketidakarifan manusianya. 

Bukti bahwa kearifan lokal memberikan sumbangsih besar pada keberlanjutan lingkungan Raja Ampat bisa disaksikan di sepanjang pantai di pulau Waigeo. Di lokasi lain, Pulau Arborek dijadikan percontohan pengelolaan pulau dan lingkungan laut yang berbasis pada kearifan lokal. 
Semua unsur yang terlibat bahu membahu menjaga lingkungannya dan membangun kesepahaman untuk pengelolaan laut yang lebih baik. Hasil dari semua kerjasama dan usaha itu dirasakan kembali oleh masyarakat. Lingkungan laut yang terjaga, beraneka ragam ikan yang melimpah dan datangnya wisatawan untuk turut menikmati keindahan alam.
Dari pertalian sejarah dengan Kesultanan tidore serta komposisi sukunya, Raja Ampat memiliki keragaman seni budaya musik, tari-tarian dan kerajinan tangan khas Raja Ampat yang eksotis dan memiliki daya jual tinggi. 
Ciri umum dari seni tari dan musik dari Raja Ampat adalah gerakan tarian yang umumnya dinamis, penuh semangat dan diiringi oleh hentakan alat musik perkusi yang disebut Tifa, gong (mambokon) dan tambur (bakulu). Alat musik bersenar seperti gitar dan alat musik tiup seperti seruling dan alat musik tiup dari kerang laut juga sering digunakan untuk mengiringi tarian membuat nuansa semakin eksotis. 
Festival Raja Ampat (dok. Panduanwisata.com)

Beberapa contoh tarian yang sering ditampilkan dalam berbagai upacara adat maupun penyambutan adalah Tarian Wor, Main Moun, Tarian Batpo, Tarian Yako dan kesenian Suling Tambur. 

Penari wanita biasanya menggunakan kostum khas dengan perpaduan warna yang tegas dan terasa bertabrakan. Seperti merah berbaur dengan kuning tua, hijau terang dan biru terang. Kontras namun terasa harmonis dan jujur.
Penari pria umumnya bertelanjang dada sementara bagian pingga ke bawah biasanya menggunakan kostum khas Papua yang terbuat dari dari bahan Sabut (ijuk), anyaman daun kelapa atau bulu dan kulit binatang. Jenis pakaian disesuaikan dengan tarian yang dibawakan. Ada juga kaum pria yang menggunakan koteka. Sangat atraktif.
Acara tarian-tarian itu biasanya dikemas dalam sebuah Karnaval Laut. Tari-tarian dan nyanyian ditampilkan di atas perahu yang mengelilingi pesisir pantai mengundang banyak kehebohan dan kemeriahan tiada tara. Karena keramaian dan keunikannya, karnaval ini akan menyedot pertahian banyak orang, pastinya awak media dan kalangan.

Jangan lupa untukmenikmati makanan khasnya, papeda. Papeda yang merupakan salah satu makanan pokok masyarakat Raja Ampat yang diolah dari sagu. Papeda sangat cocok dinikmati dengan berbagai olahan ikan laut seperti kakap merah dan baronang. Atau mungkin mau mencoba sajian yang menantang adrenalin seperti sate ulat sagu serta cacing laut?

The Paradise on Earth
Menggambarkan keindahan Raja Ampat mungkin merupakan bagian tersulit dari tulisan ini. Keindahan Raja Ampat yang dikenal orang banyak sebagai The Paradise on Earth. Bagaimana saya bisa menggambarkan keindahannya. 
Ungkapan ini memang benar adanya. Raja Ampat dikaruniai keindahan alam yang susah dicari tandingannya. Selain keunggulan wisata bahari dan bentang alam yang menakjubkan, Raja Ampat diakui memiliki keanekaragaman flora-fauna daratan dan lautan yang sangat tinggi. Hal itu menambah daftar keragamanbudaya, serta adat masyarakatnya.
Berlokasi di jantung segitiga terumbu karang, Raja Ampat menjadi kawasan terumbu karang terkaya di dunia. Bersama dengan Malaysia, Filipina, Papua Nugini, Timor Leste dan Australia, Raja Ampat termasuk dalam gugusan ‘segitiga terumbu karang’ (Coral Triangle). Kawasan Coral Triangle inilah yang mendukung kehidupan keragaman hayati laut terkaya di dunia. 
Surga diving (credit by : Wisnu Purwanto Family)

Menurut penelitian, di Raja Ampat terdapat 603 spesies terumbu karang. Jumlah itu mewakili 75 % dari jumlah spesies koral di dunia. Dengan terumbu karang sekaya itu, Raja Ampat juga memiliki lebih dari 700 spesies molluska dan 1397 spesies ikan. 

Dengan kekayaan luar biasa itu, di Raja Ampat kita dapat dengan mudah menemui berbagai jenis ikan laut besar dan kecil seperti manta rays, lumba-lumba, penyu, blue ringed octopus, giant clams, seahorse, wobbegong sharks, dan masih banyak lagi. Betul betul surga bahari yang luar biasa.
Warna warni kehidupan bawal laut Raja Ampat (credit by : Wisnu Purwanto Family)

Kekayaan yang luar biasa ini menjadi magnet penelitian bagi ilmuwan-ilmuwan. Tak hanya ilmuwan dan peneliti, kawasan Raja Ampat juga menjadi destinasi favorit bagi para penyelam dan penikmat wisata bahari. Gerald R. Allen, Ph.D, seorang peneliti kondang dunia – mencatat 374 species yang berbeda untuk sekali diving di House Reef Kri.

Kuskus, salah satu kekayaan Raja Ampat
 (Dok. http://rajaampatbiodiversity.com/

Kekayaan alam yang luar biasa ini juga kemudian melahirkan sebutan-sebutan pujian bagi Raja Ampat. Para ilmuwan dunia menyebut Raja Ampat dengan nama sebagai berikut, Reef on Setroids, The Kingdom of Coral, The world’s Richest Reef, Heart of the Coral Triangle, dan The most fishy dives found anywhere on earth. 

Karena kawasan Raja Ampat sebagai kawasan konservasi yang sangat dilindungi baik oleh pemerintah pusat, daerah, kabupaten, maupun kalangan LSM dan masyarakat lokal maka hanya penyelam profesional berlisensi dan berwawasan lingkungan lah yang diperkenankan menyelam. Bulan Oktober dan April adalah bulan terbaik untuk menyelam. Yang belum dapat menyelam dapat menikmati keindahan terumbu karang dan ikan laut melalui kegiatan snorkeling di banyak spot di Kepulauan Raja Ampat. 
Raja Ampat tidak melulu pemandangan bawah laut. Ada keindahan lain di daratan eksotis Raja Ampat. Konfigurasi karst yang sangat indah, di Pulau Waigeo, Teluk Kabui, Teluk Mayalibit, Pantai Waiwo, Kepulauan Wayag dan Pantai Waisai dibingkai oleh keindahan pantai berpasir putih menjadi sebuah kenangan yang tak akan terlupakan.
Keanekaragaman flora dan fauna seperti berbagai spesies burung, dan juga hutan-hutan yang masih sangat lebat dan hijau dapat menjadi pelengkap bagi perjalan di The Paradise on earth ini. Dalam kondisi itu, mengamati burung menjadi sangat menarik dilakukan. Kegiatan bird watching biasanya dilakukan di Pulau Sawinggrai, Yenbeser, Yenwaupnor dan Gam. What a wonderful life.

Burung Cendrawasih di Raja Ampat
 (Dok. http://rajaampatbiodiversity.com/

Pesan Presiden SBY di Sail Raja Ampat
Di akhir masa jabatannya, Presiden SBY melakukan kunjungan Ke Papua sekaligus menutup kegiatan Sail Raja Ampat. Sail Raja Ampat bertujuan untuk mengenalkan potensi wisata Raja Ampat. Sail Raja Ampat juga dimaksudkan untuk mempercepat pembangunan di daerah, memperbaiki infrastruktur, serta menstimulasikan investasi di daerah pelaksanaan. (kompas 28 Maret 2014).
Presiden SBY menekankan perlunya kerjasama dan kemitraaan nasional dan internasional. “Pembangunan masyarakat rakyat Indonesia Dari aceh hingga Papua harus merata kesejahteraannya dan kita ingin Indonesia kedepan semakin adil.
Lanjut Presiden, kedepan wilayah-wilayah timur ini bisa cepat maju seperti di daerah-daerah lain di Indonesia.Tahun depan otsus di papua dan papua barat sebesar 7 Triliun diluar anggaran yang sudah ada.
SBY melanjutkan “Kita berharap dengan anggaran tersebut, wilayah papua dan papua barat bisa mempercepat pembangunananya dan saya berharap mari kita sukseskan program percepatan pembangunan ini berasama-sama”. SBY juga berharap bahwa kegiatan Sail Raja Ampat ini dilanjutkan oleh pemerintah setelahnya. 
Semoga saja dengan perhatian pemerintah pusat kepada Raja Ampat, kehidupan di Raja Ampat semakin baik dan tentu saja keindahannya tetap terjaga. 
Hiu karpet (Wobegong sharks)  (credit by : Wisnu Purwanto Family)
Waah… ikanya banyak banget (credit by : Wisnu Purwanto Family)
Resort KRI (credit by : Wisnu Purwanto Family)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

ăn dặm kiểu NhậtResponsive WordPress Themenhà cấp 4 nông thônthời trang trẻ emgiày cao gótshop giày nữdownload wordpress pluginsmẫu biệt thự đẹpepichouseáo sơ mi nữhouse beautiful